Ratusan Dapur MBG Indramayu Siap Sambut Tahun Ajaran Baru, Sebagian Masih Berproses
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Langkah pemenuhan nutrisi anak bangsa melalui program ketahanan pangan di tingkat sekolah menuntut kesiapan manajemen operasional yang matang dari para pengelolanya di daerah. Tidak sekadar menyiapkan bahan baku berkualitas, dinamika penugasan personel dan pembenahan infrastruktur masak juga menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Memasuki periode jeda kalender akademik, koordinasi internal terus diintensifkan demi memastikan seluruh perangkat pelayanan siap bergerak serentak saat siswa kembali ke ruang kelas. Cerita mengenai komitmen penataan ini tecermin dari pengelolaan infrastruktur dapur MBG di Indramayu yang kini tengah bersiap menghadapi tantangan perluasan jangkauan layanan.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat jumlah kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Indramayu saat ini mencapai 208 orang. Angka ini sejalan dengan total titik layanan masak yang dipersiapkan sebagai pilar utama penggerak distribusi pangan sehat bagi para pelajar setempat.
Namun, dari total dapur MBG di Indramayu tersebut, sebagian dilaporkan masih belum beroperasi secara penuh dan kini tengah menunggu arahan serta petunjuk teknis lebih lanjut dari jajaran pemerintah pusat.
Koordinator Wilayah BGN Program MBG Indramayu, Ayu Nabila Shintiya, menjelaskan dari total jumlah yang ada, terdapat sejumlah titik yang masih dalam tahap persiapan operasional. Penyesuaian dokumen dan verifikasi faktual terus dilakukan oleh tim di lapangan.
“Untuk jumlah kepala SPPG saat ini total ada 208. Namun ada beberapa yang masih menunggu proses operasional dan ada juga yang masih proses pergantian kepala SPPG,” ujar Ayu Nabila Shintiya, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan lebih detail bahwa tiga kepala SPPG saat ini sedang mengajukan proses pergantian kepengurusan karena alasan kesehatan maupun kondisi pribadi yang mendesak, termasuk di antaranya ada yang masih dalam masa menyusui sehingga membutuhkan penyesuaian tugas harian.
Selain kendala sumber daya manusia, terdapat sekitar 13 dapur MBG di Indramayu yang statusnya masih menunggu persetujuan operasional resmi dari pimpinan tertinggi BGN di Jakarta. Faktor geografis dan perpindahan domisili pengelola menjadi salah satu pertimbangan administratif yang sedang diselesaikan secara bertahap.
“Ada yang masih menunggu proses dari pimpinan untuk operasional, total sekitar 13 dapur. Sebagian sudah berada di Indramayu dan sebagian lainnya masih di daerah asalnya,” katanya.
Sementara itu, terkait kemungkinan adanya penambahan fasilitas dapur MBG di Indramayu untuk menjangkau titik sekolah terluar, Ayu mengaku pihaknya belum bisa melangkah lebih jauh karena otoritas penuh berada di tingkat nasional.
Menurutnya, hingga kini portal digital untuk mitra BGN masih dikunci secara sistem sehingga informasi mengenai pembukaan gerai baru belum bisa diverifikasi oleh pengelola tingkat wilayah.
“Untuk penambahan dapur kami masih menunggu arahan pimpinan, karena portal mitra sampai sekarang masih belum bisa diakses,” ungkapnya.
Meski menghadapi sejumlah penantian regulasi dari pusat, operasional ratusan dapur MBG di Indramayu yang telah berjalan sejak semester lalu dipastikan tidak menganggur.
Seluruh unit yang aktif memanfaatkan masa libur sekolah kali ini untuk melakukan pembersihan massal, renovasi minor, serta standardisasi alat masak demi menjaga kualitas higienitas makanan siswa saat tahun ajaran baru bergulir.
Editor : Tomi Indra Priyanto