get app
inews
Aa Text
Read Next : Kios Sayur di Pasar Jatibarang Hangus Terbakar, Kerugian Pedagang Mencapai Rp40 Juta

Tangis Pecah di Desa Cempeh, 12 Korban Tabrakan Maut Pantura Indramayu Dimakamkan Hari Ini

Senin, 13 Juli 2026 | 10:27 WIB
header img
Suasana duka di rumah duka salah satu korban meninggal akibat peristiwa tabrakan maut Pantura Indramayu asal Desa Cempeh, Senin (13/7/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Jumlah korban meninggal dunia akibat insiden tabrakan maut Pantura Indramayu yang melibatkan tiga kendaraan terus mengalami penambahan. Peristiwa kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Raya Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu ini menelan banyak korban jiwa.

Hingga Senin (13/7/2026), total korban tewas resmi menyentuh angka 12 orang. Mirisnya, sembilan korban di antaranya tercatat sebagai warga yang tinggal di lingkungan RT 13 RW 04 Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.

Kepala Desa Cempeh, Carkana, memberikan pembaruan data terkini mengenai kondisi warganya yang terlibat musibah tersebut. Ia menjelaskan bahwa perkembangan terbaru dari pihak medis menunjukkan adanya kenaikan angka kematian. Sementara itu, sebagian korban selamat dari tragedi tabrakan maut Pantura Indramayu hingga kini masih harus berjuang di ruang perawatan intensif.

"Perkembangannya yang meninggal sekarang menjadi 12 orang. Yang masih dirawat inap di Rumah Sakit Mitra tinggal enam orang," kata Carkana kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Carkana merinci bahwa dari keseluruhan 12 korban jiwa yang meninggal dunia, mayoritas merupakan penduduk dari desa yang dipimpinnya. Sementara itu, sisa korban fatal lainnya diketahui merupakan warga dari lokasi sekitar tempat kejadian perkara kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Untuk warga saya ada sembilan orang, sedangkan tiga orang lainnya merupakan warga Desa Kiajaran Kulon," ujarnya.

Ia mengungkapkan fakta memilukan bahwa para korban yang meninggal dunia tersebut sebetulnya masih memiliki ikatan kekerabatan yang sangat dekat. Bahkan, terdapat satu keluarga inti yang turut menjadi korban fatal, termasuk di antaranya pengemudi kendaraan beserta anaknya yang masih balita.

"Ada sopir dengan anaknya yang masih bayi, kemudian ada ibu dan anak, lalu ada kakak beradik. Mereka masih memiliki hubungan saudara dan sembilan orang itu berasal dari satu RT, yakni RT 13 RW 04," ungkapnya.

Carkana menambahkan bahwa prosesi pemakaman para korban meninggal dunia ini tidak dipusatkan pada satu titik area pemakaman saja. Seluruh jenazah dari rombongan tersebut akan disebar di beberapa tempat pemakaman berbeda sesuai dengan keputusan dan permohonan pihak keluarga masing-masing.

"Tidak dimakamkan di satu tempat. Ada yang di makam keluarga dan ada yang di makam umum. Kalau tidak salah ada empat lokasi pemakaman," katanya.

Meski terpisah lokasi, pihak pemerintah desa menjadwalkan proses pemakaman sembilan warga Desa Cempeh tersebut pada hari Senin (13/7/2026). Selain urusan pemakaman, perangkat desa juga terus memantau enam warga lainnya yang saat ini sedang dirawat akibat luka fisik serius.

"Masih ada enam orang warga saya yang dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari," jelasnya.

Terkait langkah penanganan pascabencana, Carkana menegaskan pihak pemerintah desa terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai instansi terkait. Saat ini, aparat desa tengah bersiap menyambut kedatangan perwakilan asuransi sosial guna membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

"Saya sekarang sedang menunggu pihak Jasa Raharja datang ke sini. Rencananya akan membahas terkait santunan bagi keluarga korban," pungkasnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut