get app
inews
Aa Text
Read Next : 3.000 Pekerja di Indramayu Masih Terdaftar BPJS Jakarta, Disnaker Soroti Pelayanan

Tabrakan Maut di Pantura Indramayu: Polda Jabar Beberkan Penyebab Awal, Tersangka Segera Ditetapkan

Senin, 13 Juli 2026 | 12:05 WIB
header img
Tim TAA Ditlantas Polda Jabar saat melakukan olah TKP ilmiah di lokasi kecelakaan Pantura Indramayu, Senin (13/7/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Kasus kecelakaan Pantura Indramayu yang menewaskan 12 orang kini memasuki babak baru setelah Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat mengungkap kronologi sementara. Peristiwa tabrakan beruntun tersebut terjadi di Jalan Raya Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Saat ini, pihak penyidik juga membuka peluang besar terkait penetapan tersangka setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, AKBP Jimmy Manurung, memberikan penjelasan langsung mengenai penanganan perkara di lapangan pada Senin (13/7/2026). Pihaknya menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) ke lokasi kecelakaan Pantura Indramayu tersebut. Tim ahli ini bertugas untuk menggelar olah TKP secara digital serta ilmiah demi memastikan penyebab utama dari tabrakan.

"Kami dari Ditlantas Polda Jawa Barat bersama tim TAA hadir di sini untuk melaksanakan olah TKP secara digital dan ilmiah agar dapat mengungkap penyebab kecelakaan tersebut," kata Jimmy.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lokasi, insiden maut ini bermula ketika mobil pikap Grand Max berhenti di lajur kanan jalan. Kendaraan tersebut terpaksa berhenti karena sang pengemudi berniat untuk memutar balik arah. Namun, dari arah belakang melaju truk Hino Wing Box yang langsung menghantam keras bodi belakang mobil pikap.

Benturan hebat tersebut membuat mobil pikap terdorong maju tanpa kendali hingga masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, muncul truk Hino lainnya dari arah berlawanan sehingga tabrakan kedua kembali terjadi.

"Kendaraan Grand Max berhenti di sebelah kanan jalan dengan rencana ingin memutar balik. Namun sesaat setelah berhenti ditabrak kendaraan Hino Wing Box, sehingga terdorong dan terlempar ke jalur lawan lalu menabrak kendaraan di depannya," jelasnya.

Jimmy mengungkapkan bahwa data terkini mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan Pantura Indramayu telah mencapai 12 orang. Rinciannya adalah tiga korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian perkara. Sementara itu, sembilan orang lainnya meninggal dunia saat sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Korban yang sudah teridentifikasi sebanyak 12 orang meninggal dunia, tiga meninggal di TKP dan sembilan meninggal di rumah sakit. Kemudian enam orang mengalami luka dan masih dirawat," ujarnya.

Dalam proses pengembangan penyidikan, pihak kepolisian sejauh ini telah memeriksa empat orang saksi secara berkala. Para saksi tersebut terdiri dari dua orang pengemudi kendaraan yang terlibat tabrakan serta dua orang warga setempat.

Jimmy juga memastikan bahwa peluang penetapan pihak yang bersalah dalam kecelakaan Pantura Indramayu ini sangat terbuka luas. Namun, keputusan hukum tersebut baru akan diambil setelah seluruh rangkaian olah dokumen rampung.

"Sampai saat ini saksi yang sudah dimintai keterangan ada empat orang, dua sopir dan dua masyarakat," katanya.

Saat wartawan bertanya mengenai kemungkinan adanya pihak yang akan menjadi tersangka dalam kasus maut tersebut, Jimmy membenarkannya.

"Ya, betul," jawab Jimmy singkat. 

Ia menegaskan kembali bahwa identitas dari pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan Pantura Indramayu belum bisa diumumkan hari ini. Kepolisian masih harus menunggu hasil akhir dari forum gelar perkara resmi di tingkat komando resor.

"Saat ini kami masih melakukan olah TKP. Untuk tersangka nanti akan kami sampaikan setelah adanya gelar perkara di polres," tegasnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut