get app
inews
Aa Text
Read Next : Tuntut Perbaikan Breakwater, Nelayan Karangsong Ancam Mogok Bayar PNBP hingga Aksi ke Jakarta

Ono Surono Desak Revitalisasi TPI Eretan Kulon, Soroti Rob yang Terus Hambat Aktivitas Nelayan

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:02 WIB
header img
Ono Surono meninjau kondisi Revitalisasi TPI Eretan Kulon yang terdampak banjir rob di Indramayu, Selasa (28/7/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id Revitalisasi TPI Eretan Kulon menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono. Saat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Selasa (28/7/2026), ia menilai kawasan tersebut membutuhkan penanganan segera karena banjir rob terus berulang dan menghambat aktivitas nelayan.

Menurut Ono Surono, TPI Mina Bahari Eretan Kulon memiliki nilai sejarah yang panjang. Kawasan itu bahkan telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka dan pernah dikembangkan sebagai kawasan minapolitan. Namun, berbagai fasilitas kini memerlukan pembenahan agar tetap mampu menunjang aktivitas perikanan.

"Kembali saya hadir di Eretan Kulon ya. Tempat pelelangan ikan yang sudah berumur sangat tua ya. Sebelum Indonesia merdeka juga sudah ada ini. Nah, sehingga kita melihat satu kondisi yang memang perlu ditangani dengan baik ya dengan problem mendasar bahwa setiap rob eh pasti banjir. Pasti banjir. Nah, ini ya setiap bulan nih banjir. Makanya ini harus menjadi perhatian," kata Ono Surono.

Ia mengatakan banjir rob yang terjadi hampir setiap bulan berdampak langsung terhadap aktivitas pelelangan ikan. Kondisi tersebut juga menjadi keluhan utama nelayan dan pengurus koperasi yang ditemuinya saat kunjungan kerja.

Karena itu, revitalisasi TPI Eretan Kulon dinilai menjadi langkah yang mendesak. Ono mengaku menerima sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan perbaikan sarana dan prasarana di kawasan pelelangan ikan tersebut.

Menurutnya, usulan pertama yang disampaikan nelayan ialah peninggian lantai pelelangan ikan. Langkah itu dinilai penting agar proses jual beli hasil tangkapan tetap berjalan meski banjir rob datang.

Selain itu, nelayan juga meminta penggantian bak penampungan air berbahan beton yang kondisinya sudah mengalami kerusakan. Fasilitas tersebut dikhawatirkan membahayakan masyarakat apabila terus digunakan.

"Tadi saya mendapatkan aspirasi dari nelayan dari pengurus koperasi untuk peninggian lantai lelang. Lantai lelang dan yang kedua penampung air ya. Yang masih belum ditemukan toren-toren yang sekarang ya. Masih pakai beton. Ini sudah ke dalam kondisi yang rusak. Seperti itu dikhawatirkan juga membahayakan masyarakat sehingga ini harus dirubuhkan diganti dengan toren," ujarnya.

Ono menyatakan akan memperjuangkan usulan tersebut agar masuk dalam pembahasan anggaran tahun 2027. Ia meminta UPT Perikanan dan dinas terkait segera menyiapkan dokumen pendukung sehingga dapat dibahas dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Selain pembenahan fasilitas, Ono juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap normalisasi alur pelayaran nelayan. Menurutnya, kelancaran jalur keluar masuk kapal harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Ia menambahkan, dukungan operasional, termasuk bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal tongkang pengangkut ekskavator, juga perlu mendapat perhatian pemerintah provinsi. Dengan dukungan tersebut, normalisasi alur pelayaran diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga aktivitas nelayan tidak lagi terganggu.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut