Ketua Komisi II DPRD Indramayu Minta KDM Turun Tangan, Kekeringan Ancam Target Produksi Gabah
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Kekeringan Indramayu mulai mengancam sektor pertanian dan dikhawatirkan berdampak terhadap target produksi gabah Kabupaten Indramayu sebesar 1,6 juta ton. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu, Imron Rosadi, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), segera turun tangan agar persoalan kekurangan air irigasi tidak semakin meluas.
Permintaan itu disampaikan Imron usai rapat gabungan Komisi II dan Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu yang membahas kondisi kekeringan di sejumlah wilayah pertanian. Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak untuk mencari solusi atas krisis air yang mulai dirasakan para petani.
Menurut Imron, rapat menghasilkan sejumlah poin penting yang harus segera ditindaklanjuti. Ia menegaskan seluruh pihak tidak boleh menunda langkah penanganan karena dampak kekeringan terus meluas.
"Tadi ada beberapa catatan poin-poin yang kita hasilkan dari rapat dan memang harus kita follow up ya," kata Imron Rosadi, Rabu (29/7/2026).
Ia menilai kondisi yang terjadi saat ini sudah masuk kategori serius. Karena itu, pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi diminta bergerak cepat agar lahan pertanian yang masih bisa diselamatkan tetap memperoleh pasokan air.
"Bencana kekeringan ini di Indramayu sudah mengancam kita terutama di sektor pertanian. Maka kita harus bertindak secara serius. Pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten harus juga serius," ujarnya.
Imron juga meminta perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya, kekurangan air yang dialami petani harus segera menjadi prioritas penanganan pemerintah.
"Mohon juga ini kehadiran Bapak Gubernur Jawa Barat, Pak KDM, bahwa petani di Kabupaten Indramayu terancam gagal panen karena airnya sudah tidak ada," ucapnya.
Ia mengatakan berbagai solusi harus segera dikoordinasikan agar kekeringan tidak semakin menghambat produktivitas pertanian. Langkah cepat dinilai penting mengingat Kabupaten Indramayu selama ini menjadi salah satu daerah penghasil padi terbesar di Indonesia.
Imron berharap pemerintah segera mengambil kebijakan konkret untuk mengatasi persoalan air irigasi. Dengan demikian, lahan pertanian yang masih memiliki potensi panen dapat diselamatkan sehingga target produksi gabah tetap tercapai.
"Mudah-mudahan para petani di Kabupaten Indramayu masih banyak yang bisa kita selamatkan dan hasilnya Kabupaten Indramayu sesuai target 1,6 juta ton bisa terwujud. Tetapi kalau tidak ada upaya-upaya serius mustahil 1,6 ini bisa terwujud, terealisasi target dari Pemerintah Kabupaten Indramayu," tegasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto