Ini Alasan 3 Investor Asing Pilih Berinvestasi Energi Angin di Garut dengan Nilai Triliunan Rupiah

Fani Ferdiansyah
Sejumlah perusahaan asing tertarik melakukan investasi pada sektor energi baru dan terbarukan (EBT) di Kabupaten Garut berupa energi angin. (Instagram/@udin_mifta)

GARUT, iNewsIndramayu.id - Kabupaten Garut dinyatakan sebagai salah satu daerah dengan prospek energi angin terbaik di Indonesia. Inilah yang membuat Garut dipilih sejumlah investor asing untuk menanamkan investasi pada sektor energi baru dan terbarukan (EBT), dengan nilai yang mencapai triliuan rupiah. 

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, menyebut tiga perusahaan asing tertarik dengan prospek energi angin. Tiga perusahaan itu adalah Vestas asal Denmark, Egeres Enerji asal Turki, dan  Envision Energy asal Cina. 

Kepala Bidang Perijinan Ekonomi dan Sumber Daya Alam DPMPTSP Kabupaten Garut Wanwan Arif Gunawan menjelaskan, disebutnya Garut sebagai daerah dengan potensi energi angin terbaik di Indonesia didasarkan pada hasil penelitian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 

Kajian itu, kata dia, menerangkan sejumlah daerah di Indonesia dengan potensi angin yang besar. Dari hasil penelitian tersebut, beberapa daerah di Sulawesi dan Jawa masuk dalam daftar terbaik. 

"Di Pulau Jawa itu ada Bantul, lalu Sukabumi dan Garut. Nah yang terbaik Garut," ucap Wanwan Arif Gunawan, Rabu (24/5/2023). 

Ia pun meringkas informasi hasil penelitian yang menyebut Garut memilki potensi angin terbaik di Indonesia. Menurutnya, kondisi angin pada daerah yang berada di wilayah Priangan Jawa Barat ini terbilang stabil. 

"Kecepatannya (angin) rata tidak pernah terputus. Memang di tempat lain ada yang lebih tinggi atau lebih besar, tapi kadang-kadang angin tidak ada. Kalau di Garut, sampai titik terkecil tetap bisa memutarkan turbin kincir angin. Nah PLTB itu membutuhkan karakter kecepatan angin yang stabil," ujarnya. 

Saat ini, sejumlah perusahaan asing yang akan menanamkan investasi pada sektor EBT energi angin tengah melakukan penelitian dan kajian. Dalam penelitian itu, mereka memasang beberapa tower untuk melihat tarikan angin yang dihasilkan. 

"Langkah-langkah telah dilakukan. Saat ini mereka tengah melakukan penelitian dengan memasang beberapa tower untuk melihat seberapa besar tarikan angin di lokasi yang dipilih. Hasilnya nanti akan ditindaklanjuti dengan iinvestasi, untuk tanahnya sendiri mereka sudah mengeluarkan biaya, sekitar Rp25 miliar," terangnya. 

Dalam pelaksanaannya, Vestas yang merupakan perusahaan penyedia turbin asal Denmark akan berkerja sama dengan PT Rancang Bangun Putra Nusantara. Mereka disebut-sebut akan berinvestasi membangun PLTB di kawasan Pameungpeuk, Garut. 

"Jadi rencananya di Pamengpeuk itu akan membangun total 500 mega watt (MW) untuk tenaga angin," ucapnya. 

Kemudian Egeres Enerji asal Turki. Perusahaan ini akan berinvestasi EBT tenaga angin di wilayah Kecamatan Cibalong. 

"Lokasi di Cibalong itu berada di wilayah Miramareu, daerah perkebunan. Perusahaan ini sudah bekerja sama dengan PTPN (PT Perkebunan Nusantara VIII Persero), terkait daerah atau lokasi yang akan digunakan," ucapnya. 

Terakhir adalah Envision Energy, perusahaan turbin asal Cina. Perusahaan tersebut memilih Kecamatan Cikelet sebagai lokasi investasi PLTB. (*) 

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network