INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Sugianto, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengaku tak pernah menyangka akan menerima penghargaan langsung dari Presiden Korea Selatan atas aksi kemanusiaannya di negara tersebut.
Dalam keterangannya melalui sambungan video call, Sugianto menceritakan bahwa proses pemberian penghargaan itu berlangsung tanpa sepengetahuannya. Ia menerima penghargaan tersebut pada 2 Januari 2026.
Sugianto mengungkapkan, sebelum menerima penghargaan, dirinya sempat didatangi perwakilan pemerintah Korea Selatan untuk wawancara singkat dan pengambilan foto. Namun saat itu ia belum mengetahui maksud kedatangan mereka.
“Awalnya enggak tahu sama sekali. Tiba-tiba ada dari pemerintah Korsel, interview sebentar, minta foto. Katanya tahun depan ada penghargaan,” ujar Sugianto, Minggu, 4 Januari 2026.
Undangan resmi baru ia terima menjelang perayaan Tahun Baru. Ia pun menghadiri acara tersebut seorang diri hingga akhirnya menerima penghargaan secara langsung.
“Pas tahun baru ada acara, saya diundang sendiri. Alhamdulillah, walaupun saya sudah diakui di negara orang, Masyaallah,” katanya.
Penghargaan tersebut menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan. Menurut Sugianto, banyak warga Korea yang turut kagum karena tidak semua orang, bahkan warga negara setempat, bisa bertemu langsung dengan Presiden.
“Banyak orang Korea bilang, mereka sendiri belum tentu bisa ketemu Presiden. Warga biasa juga enggak mungkin,” ucapnya.
Kabar tersebut juga ramai diperbincangkan di kampung halamannya, Indramayu, dan viral di media sosial. Sugianto pun berharap kisahnya dapat menjadi contoh positif bagi PMI lain yang bekerja di luar negeri.
“Mudah-mudahan bisa jadi contoh buat calon PMI, mau kerja di Korea, Taiwan, atau negara lain,” ujarnya.
Meski telah menerima banyak tawaran pekerjaan dengan kondisi yang lebih ringan, Sugianto mengaku masih memilih bertahan bekerja di laut seperti sebelumnya.
“Masih di laut. Banyak yang nawarin pindah ke pabrik, tapi karena sudah nyaman ya di sini. Rasanya kayak di rumah sendiri,” katanya.
Di akhir wawancara, Sugianto menyampaikan pesan kepada para PMI dan calon PMI agar tidak ragu membantu sesama manusia, di mana pun berada
“Pesannya jangan takut membantu orang lain. Walaupun beda negara, beda bahasa, kita tetap sama-sama manusia, ciptaan Tuhan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa nilai sosial dan kemanusiaan harus tetap dijunjung tinggi oleh PMI sebagai tamu di negara lain
“Jangan mikir duit dulu kalau nolong orang. Yang penting saling bantu, saling tolong-menolong,” pungkasnya.
Dari Presiden Korea Selatan, Sugianto menerima plakat dan piagam penghargaan sebagai simbol apresiasi negara atas aksi kemanusiaannya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
