INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Di sebuah rumah sederhana di Perum Bumi Dermayu Indah (BDI) 3, Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, aroma santan dan kaldu udang mulai mengepul sejak siang hari. Dari dapur itulah, harapan dan rezeki keluarga kecil diracik perlahan melalui seporsi Mie Ragit.
Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Mie Ragit bukan sekadar takjil. Hidangan ini telah menjadi tradisi dan menyimpan kenangan bagi banyak warga. Bahkan, bagi sebagian orang, Mie Ragit adalah kuliner yang dinanti kehadirannya setiap tahun saat Ramadan.
Kuliner khas yang konon berasal dari Kelurahan Karanganyar ini hanya muncul pada bulan suci. Di luar Ramadan, Mie Ragit nyaris tak ditemukan dijual di pasaran.
Bagi Muhammad Iman (52), Mie Ragit bukan sekadar dagangan musiman, melainkan warisan keluarga. Resepnya diturunkan langsung dari orang tuanya, lengkap dengan teknik mengolah kuah santan kaya rasa berpadu aroma udang kecil yang khas.
“Mie Ragit ini khas Indramayu. Cuma ada di bulan puasa, di luar puasa nggak ada yang jual,” ujarnya sambil tersenyum, Minggu (22/2/2026).
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
