Sepintas, tampilannya sederhana. Mi kenyal berbahan tepung dan telur disusun rapi dalam wadah, lalu ditaburi irisan telur dadar berbumbu dan disiram kuah kari santan yang gurih. Namun, keistimewaan Mie Ragit terletak pada kuahnya.
Kuah tersebut dimasak menggunakan santan segar, bawang putih, daun jeruk, serta udang kecil sebagai sumber rasa gurih alami. Tanpa tambahan penyedap instan, cita rasanya justru terasa lebih kuat dan membekas di lidah.
Setiap Ramadan, Iman bersama sang istri, Eni Kristinawati (45), mulai memasak sejak pukul 12.00 WIB. Sekitar empat kilogram bahan mie diolah setiap hari dan menghasilkan kurang lebih 50 porsi.
Menjelang sore, dagangan mereka kerap habis bahkan sebelum dipajang di depan rumah karena sudah dipesan pelanggan.
“Masuk hari keempat puasa ini belum pernah jualan di depan rumah. Sudah habis duluan karena pesanan. Sampai ada tetangga yang bilang katanya jualan, tapi nggak pernah kelihatan,” tuturnya sembari tertawa kecil.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
