INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Geliat perekonomian di Pasar Mambo yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, kian meredup. Pasar yang dahulu dikenal sebagai pusat bahan pokok dan kuliner itu kini semakin ditinggalkan masyarakat akibat berbagai persoalan yang terjadi dari tahun ke tahun.
Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab sepinya Pasar Mambo. Mulai dari pergeseran pola belanja masyarakat ke sistem daring, perubahan rekayasa lalu lintas, peristiwa kebakaran, hingga relokasi pedagang yang membuat pasar kehilangan daya tariknya
Saiful (37), salah satu pedagang yang masih bertahan, mengungkapkan bahwa pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Ahmad Yani pada masa lalu sempat berdampak signifikan terhadap pendapatan pedagang.
“Waktu jalan dibuat satu arah, itu sangat berpengaruh ke pendapatan. Sekarang memang sudah dua arah lagi, tapi kondisi pasar tetap sepi,” ujar Saiful saat ditemui di lokasi, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurutnya, kebakaran yang terjadi sekitar tahun 2018 menjadi titik awal meredupnya aktivitas Pasar Mambo. Pasca kebakaran tersebut, sebagian pedagang direlokasi ke area depan Polres Indramayu.
“Setelah kebakaran, pasar dipindahkan. Belum pulih, datang pandemi Covid-19. Sejak itu, kondisi pasar semakin menurun,” ungkapnya.
Hingga kini, para pedagang yang masih bertahan hanya bisa berharap adanya perhatian dan langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali Pasar Mambo agar kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Indramayu. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
