Sate Gecek, Kuliner Unik Khas Indramayu Warisan Sejak 1968

Selamet Hidayat
Penampakan sate gecek khas Indramayu yang melegenda. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Kuliner khas Indramayu, sate gecek, menjadi sajian unik yang hingga kini hanya dapat ditemukan di Kabupaten Indramayu. Makanan tradisional ini memiliki penggemar tersendiri, khususnya dari kalangan warga keturunan Tionghoa.

Sate gecek telah ada sejak tahun 1968 dan hingga kini masih bertahan berkat Widiyanto (40), warga Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha kuliner warisan keluarga dari kakek dan orang tuanya.

Menurut Widiyanto, menjaga eksistensi sate gecek merupakan bentuk tanggung jawab untuk melestarikan usaha keluarga agar tidak punah tergerus zaman.

“Ini usaha keluarga dari kakek dan orang tua saya. Saya sebagai generasi ketiga merasa wajib meneruskannya agar sate gecek tetap dikenal,” ujar Widi, Kamis, 22 Januari 2026.

Sate gecek memiliki cita rasa khas yang cenderung manis karena menggunakan campuran gula merah dalam adonan daging sapi. Selain itu, tersedia pula varian sate rojetan yang bercita rasa asin.

Keunikan sate gecek juga terletak pada proses pembuatannya. Berbeda dengan sate pada umumnya, daging tidak ditusuk, melainkan ditumbuk hingga halus, kemudian dililitkan sebelum dibakar. Sajian ini juga tidak menggunakan kecap, melainkan disiram kuah berbumbu rempah khas.

Dalam sehari, Widi mengaku mampu menjual lebih dari 500 tusuk sate gecek. Satu porsi berisi 10 tusuk dibanderol seharga Rp26 ribu.

Ia mulai berjualan pukul 14.30 WIB hingga 21.00 WIB, berlokasi di Jalan A. Yani, tepatnya di samping perempatan lampu merah Waiki, Indramayu Kota.

“Sehari bisa 500 bahkan lebih, apalagi saat hari besar tiba,” katanya.

Widi juga menceritakan, pada awalnya sate gecek menggunakan daging kerbau sebagai bahan utama karena teksturnya lebih lembut. Namun, karena kini semakin sulit ditemukan, bahan tersebut digantikan dengan daging sapi berkualitas.

“Dulu memang pakai daging kerbau, tapi sekarang diganti daging sapi. Meski begitu, banyak pelanggan masih menyebutnya sate gecek kerbau,” tuturnya.

Sementara itu, Vina, salah satu penggemar sate gecek sekaligus pemilik kedai sambal dadak, mengaku sangat menyukai cita rasa kuliner legendaris tersebut.

“Yang bikin khas itu rasa satenya yang manis, ditambah siraman kuah rempah dan campuran dage. Enak banget,” ujarnya.

Selain sebagai penikmat, Vina juga menjadikan sate gecek sebagai menu di gerainya dengan bekerja sama langsung dengan Widi.

“Awalnya saya pecinta sate gecek, kemudian mencoba menjualnya di kedai dengan bekerja sama dengan Mas Widi. Mudah-mudahan laku dan laris manis,” pungkasnya. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network