INDRAMAYU, inews Indramayu.id – Peta politik di Kecamatan Terisi kini memiliki warna baru yang lebih segar. Prian Apriyudi, pemuda berusia 26 tahun, resmi mengemban amanah sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Terisi. Kehadirannya menjadi simbol bahwa regenerasi kepemimpinan di tubuh partai berlambang banteng moncong putih tersebut sedang berjalan masif di tingkat akar rumput.
Menjadi pemimpin di usia muda tentu bukan tanpa tantangan. Prian harus berhadapan dengan stigma negatif Gen Z terhadap politik yang sering dianggap kaku dan kotor.
Mengajak Gen Z Berhenti Apatis
Prian menyadari bahwa banyak rekan sebayanya yang memilih menjauh dari dunia politik. Namun, baginya, sikap apatis justru akan merugikan masa depan generasi muda itu sendiri.
"Anak muda tidak boleh apatis terhadap politik, karena yang menentukan arah bangsa ini adalah anak muda. Jalannya ya lewat partai politik untuk memperbaiki hal tersebut," ujar Prian Apriyudi, Rabu, 28 Januari 2026.
Untuk menjembatani hal itu, Prian berencana membawa PDI Perjuangan Terisi lebih dekat dengan dunia digital. Ia berniat membentuk tim literasi media untuk menjemput aspirasi anak muda yang lebih vokal di Twitter, TikTok, maupun Instagram daripada di forum resmi desa.
Taktik Merangkul Senior dengan Etika
Duduk di kursi ketua pada usia 26 tahun di partai sebesar PDI Perjuangan tentu membuatnya bersinggungan dengan para tokoh senior. Prian mengaku tidak gentar menghadapi sekat senioritas selama komunikasi dan etika tetap dijaga.
"Mungkin saya yang paling muda di antara para senior, tapi dengan etika yang bagus, kita bisa merangkul semuanya. Harus ada kolaborasi antara yang senior dan yang muda," tambahnya.
Jalur Politik untuk Isu Mental Health
Salah satu gebrakan yang ingin dibawa Prian adalah membawa partai politik masuk ke ranah isu yang sangat dekat dengan Gen Z, yakni kesehatan mental (mental health), lapangan kerja, hingga perubahan iklim.
Ia ingin PAC PDI Perjuangan Terisi tidak hanya menjadi mesin politik saat pemilu saja, tetapi hadir sebagai pemberi solusi nyata. Prian bahkan melirik program-program sosial yang menyentuh langsung keresahan pemuda.
"PAC bukan hanya formalitas struktural. Terutama di isu mental health, kita coba tawarkan program seperti pengobatan atau pendampingan gratis. Selagi komunikasi kita baik, pasti ada jalan lewat jalur politik," pungkasnya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
