INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Kreativitas masyarakat dalam menyemarakkan suasana Ramadan di Indramayu sering kali muncul dari hal-hal sederhana. Di tangan Agus Saroni (46), warga Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, barang bekas yang kerap dianggap tidak bernilai disulap menjadi mainan tradisional yang mendatangkan keuntungan.
Agus merupakan seorang pedagang mainan musiman yang rutin berjualan setiap bulan puasa sejak tahun 2020. Ia memanfaatkan kaleng dan botol plastik bekas untuk dirakit menjadi mainan yang ia beri nama “Basoka” atau meriam kaleng. Mainan unik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak saat momen Ramadan di Indramayu, terutama untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa (ngabuburit).
Solusi Limbah di Tengah Suasana Ramadan di Indramayu
Ide pembuatan Basoka ini muncul dari keprihatinan Agus terhadap permasalahan sampah di lingkungannya. Alih-alih membiarkan botol plastik menumpuk, pria yang tinggal di RT 004 RW 002 Desa Cangko ini memilih untuk merakit limbah tersebut menjadi barang bernilai ekonomis.
Melalui inovasi ini, ia berharap bisa sedikit membantu mengurangi persoalan limbah rumah tangga yang sulit tertangani.
“Daripada menjadi sampah yang menumpuk akibat tidak pernah dilirik oleh kebijakan pemerintah mengenai sampah di desa saya ini, lebih baik dimanfaatkan menjadi barang-barang yang sekiranya memiliki banyak peminat, salah satunya yang sedang dibuat ini,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (27/2/2026).
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
