Kreatif di Bulan Puasa, Warga Asal Indramayu Ini Sulap Limbah Jadi Basoka yang Laris Manis

Wahyu Topami
Agus Saroni (46), warga Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, sedang membuat mainan tradisional yang keuntungan, Jumat (27/2/2026). (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

Bisnis Musiman yang Konsisten Sejak 2020

Aktivitas memproduksi mainan ini hanya dilakukan Agus secara khusus saat memasuki bulan suci. Meski bersifat musiman, konsistensinya sejak beberapa tahun terakhir membuat nama Basoka kian dikenal luas oleh warga sekitar wilayah Tukdana.

Setiap hari selama Ramadan di Indramayu, Agus mengaku mampu menghabiskan hampir setengah karung kaleng dan botol plastik bekas untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan. Proses pembuatannya terbilang sederhana dan tidak memerlukan modal besar karena mayoritas bahan baku berasal dari barang yang sudah tidak terpakai.

Inovasi Ramah Lingkungan dan Ekonomi

Dengan modal yang minim, Agus mampu menjual mainan tersebut dengan harga yang kompetitif namun tetap menguntungkan bagi keluarganya. Apa yang dilakukan Agus Saroni menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan peluang ekonomi dapat berjalan beriringan jika dikelola dengan kreativitas.

Kini, setiap momen Ramadan di Indramayu tiba, kehadiran Basoka rakitan Agus selalu dinanti oleh anak-anak sebagai teman menunggu azan Maghrib berkumandang. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network