INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Musim paceklik yang berkepanjangan tak lagi hanya menjadi beban para nelayan di pesisir Indramayu. Kini, para istri nelayan mulai mengambil peran sebagai penopang ekonomi keluarga melalui inisiatif produksi UMKM rumahan secara sederhana dengan memanfaatkan potensi lokal.
Kreativitas perempuan pesisir ini mencuat dalam "Dialog Rakyat" yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ratnawati, di Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Bangodua, Minggu (8/2/2026). Dalam forum tersebut, seorang istri nelayan mencurahkan tantangan berat yang mereka hadapi dalam menjaga dapur tetap mengepul saat suami tak bisa melaut.
Mereka mulai mengolah hasil laut dan limbah laut menjadi produk bernilai ekonomi, meski saat ini masih terbentur keterbatasan alat produksi, modal, hingga akses pemasaran.
Jemput Bola Bantuan Modal
Menanggapi keluhan tersebut, Ratnawati menegaskan komitmennya untuk menjembatani para pelaku UMKM perempuan ini agar mendapatkan bantuan permodalan yang tepat sasaran. Ia meminta para ibu-ibu nelayan segera mengonsolidasikan jenis usaha mereka dalam bentuk kelompok.
"Untuk menangani hal tersebut, segera buatkan proposalnya. Tentukan untuk berapa orang, lalu ajukan. Jenis usahanya juga didata dulu apa saja, dan tentukan skala prioritasnya," tegas Ratnawati.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar ini juga menekankan pentingnya kecepatan administratif dalam pengajuan bantuan. Menurutnya, kesiapan data di tingkat bawah akan mempercepat proses intervensi anggaran dari pemerintah provinsi.
"Proposal yang masuk lebih cepat, insyaallah rezekinya juga lebih cepat. Kami ingin memastikan bantuan ini jatuh ke tangan yang benar-benar sedang berjuang," tambahnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
