Harga Beras Naik Jelang Ramadhan 2026, Pasar Baru Indramayu Justru Sepi

Wahyu Topami
Beras di pasar baru, Kabupaten Indramayu, Selasa (17/2/2026). (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, dinamika harga bahan pokok di Pasar Baru Kabupaten Indramayu menunjukkan tren yang tidak biasa. Meski terdapat kenaikan harga pada komoditas beras, para pedagang justru mengeluhkan kondisi pasar yang cenderung sepi dan penurunan daya beli masyarakat yang terjadi sejak awal tahun.

Hadi, salah satu pedagang beras di Pasar Baru Indramayu, mengungkapkan bahwa kenaikan harga saat ini sebenarnya belum mencapai level yang mengkhawatirkan. Namun, kenaikan tersebut terasa kontras dengan antusiasme belanja warga yang menurun.

"Ya, ada kenaikan juga sedikit sih. Enggak begitu signifikan ya. Cuma antara di 200 sampai 500 perak per kilonya," ujar Hadi saat ditemui di lapaknya, Selasa (17/2/2026).

Anomali Pasar: Harga Naik, Antusiasme Turun

Biasanya, mendekati bulan puasa, permintaan pasar akan melonjak tajam. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Hadi mencatat bahwa lesunya transaksi di pasar sudah mulai dirasakan sejak pergantian tahun. Hal ini membuat para pedagang harus memutar otak dalam mengelola perputaran modal mereka.

Kondisi pasar sepi ini memaksa pedagang untuk lebih realistis dan tidak tergiur melakukan penumpukan stok barang secara berlebihan, meski bulan Ramadhan sudah di depan mata.

"Untuk daya belinya masih biasa aja cenderung lagi ini ya, agak ngurangi. Mana daya beli di pasar juga lagi, agak-agak sepi gitu," jelas Hadi.

Pedagang Pilih Main Aman soal Stok

Ketidakpastian ekonomi membuat pedagang beras seperti Hadi memilih strategi berhati-hati. Minimnya risiko menjadi prioritas utama ketimbang mengejar keuntungan besar dari spekulasi harga. Menurutnya, kecil kemungkinan harga akan melonjak drastis dalam waktu dekat mengingat rendahnya daya serap pasar.

Kekhawatiran pedagang bukan terletak pada ketersediaan barang, melainkan pada apakah barang tersebut akan laku terjual dalam waktu cepat atau justru mengendap di gudang.

"Kayaknya sih enggak ya. Makanya ya dilihat dari harga beli yang menurun turun juga kan. Jadi kayak kita pedagang juga untuk menyetok terlalu banyak tuh agak gimana gitu. Berhati-hati juga," tutur Hadi.

Meskipun daya beli tengah melemah, Hadi menjamin bahwa pasokan beras di tingkat pedagang untuk wilayah Indramayu masih berada dalam kondisi yang sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan barang di pasar.

"Karena ya daya belinya juga menurun sih ya. Asal jalan aja dulu ini mah. Kalau stok sendiri aman pak selama buat untuk untuk Untuk stok aman, Mas," pungkasnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network