Angin Kencang Terjang Sliyeg Indramayu, Balai Desa dan 13 Rumah Warga Rusak

Selamet Hidayat
Kerusakan pada balai desa di Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, usai diterjang hujan deras disertai angin kencang. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (23/6/2026) sekira pukul 01.30 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan balai desa dan satu sekolah dasar terdampak, serta 13 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, baliho dan neon box di area balai desa tumbang akibat terpaan angin. Tenda garasi mobil di halaman balai desa juga ambruk, sementara sebagian atap bangunan mengalami kerusakan cukup parah hingga material bangunan berjatuhan.

Di sekolah dasar setempat, kaca pintu dilaporkan pecah akibat hantaman angin. Selain itu, sebagian atap bangunan juga mengalami kerusakan yang dikhawatirkan dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar apabila tidak segera diperbaiki.

Selain fasilitas umum, angin kencang turut merusak rumah warga. Delapan rumah dilaporkan mengalami rusak berat, sedangkan lima lainnya mengalami rusak ringan.

Salah seorang warga sekaligus saksi mata, Dirna, mengatakan hujan deras telah mengguyur wilayah tersebut sejak tengah malam sebelum angin kencang datang secara tiba-tiba.

“Awalnya hujan deras seperti biasa, tapi sekitar pukul 01.30 WIB anginnya tiba-tiba sangat kencang. Suaranya keras seperti ada pusaran. Warga langsung keluar rumah karena khawatir bangunan roboh,” ujarnya.

Menurut Dirna, bagian depan balai desa mengalami kerusakan cukup parah hingga material bangunan berjatuhan. Ia juga sempat mendengar suara percikan listrik sebelum aliran listrik di sekitar lokasi padam.

“Bagian depan balai desa rusak dan ada reruntuhan. Tadi juga sempat terdengar korsleting, lalu listrik di sekitar lokasi langsung mati,” katanya.

Angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Material bangunan, puing warung, serta rangka tenda sempat menghalangi badan jalan sehingga kendaraan besar seperti truk tidak dapat melintas.

“Jalan sempat macet karena banyak puing di badan jalan. Truk tidak bisa lewat. Warga kemudian gotong royong membersihkan agar jalan bisa dilalui kembali,” tuturnya.

Meski kerusakan tergolong signifikan, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Warga berharap adanya bantuan dan penanganan dari pihak terkait untuk mempercepat proses pemulihan, terutama bagi pemilik rumah yang mengalami kerusakan berat.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Kami berharap ada bantuan untuk perbaikan rumah warga yang rusak,” pungkas Dirna. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network