INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Riuh rendah pelaksanaan program stabilitas pangan di Bumi Wiralodra mendapatkan tanggapan resmi dari pihak penyelenggara. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu memberikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat mengenai banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut mengantre dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah Indramayu.
Kepala DKPP Indramayu, Sugeng Heriyanto, menilai kehadiran para abdi negara dalam kegiatan tersebut merupakan hal yang wajar. Menurutnya, program ini dirancang secara terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar.
ASN Memiliki Kebutuhan Pangan yang Sama
Sugeng menjelaskan bahwa ASN pada dasarnya juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki kebutuhan rumah tangga serupa. Oleh karena itu, pihaknya tidak mengeluarkan larangan spesifik bagi mereka untuk memanfaatkan komoditas yang tersedia dalam gelaran Gerakan Pangan Murah Indramayu.
“Ya, mereka sama saja dengan masyarakat kita. Mereka juga memiliki kebutuhan untuk membeli bahan pangan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Saya pikir itu hal yang wajar,” ujar Sugeng saat ditemui di sela kegiatan GPM di halaman DKPP Indramayu, Senin (9/3/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa mekanisme pasar murah yang dijalankan saat ini bersifat inklusif. Selama stok tersedia dan kegiatan berlangsung, siapa pun diperbolehkan melakukan transaksi tanpa pembatasan profesi tertentu.
Terbuka Untuk Seluruh Masyarakat Indramayu
Lebih lanjut, Sugeng menjamin bahwa kuota yang disediakan tidak hanya dihabiskan oleh kalangan tertentu. Faktanya, antusiasme warga sipil tetap mendominasi jalannya kegiatan Gerakan Pangan Murah Indramayu di setiap lokasinya.
“Di sini bukan hanya ASN, tetapi masyarakat umum juga banyak yang datang untuk membeli kebutuhan pokok. Jadi kegiatan ini terbuka untuk masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Program ini merupakan salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi bahan pangan di Kabupaten Indramayu. Dengan harga yang lebih stabil, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama untuk komoditas krusial seperti beras, minyak goreng, daging sapi, hingga telur ayam.
Rencana Lokasi GPM Berikutnya
DKPP Indramayu telah menyusun jadwal intensif untuk memastikan manfaat program ini tersebar merata. Kegiatan Gerakan Pangan Murah Indramayu direncanakan menyasar enam titik lokasi selama periode Februari hingga Maret 2026. Hingga saat ini, progres pelaksanaan telah mencapai lokasi keempat.
Dua lokasi sisa yang menjadi target penutupan rangkaian program ini adalah wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi.
“Kami merencanakan enam titik pelaksanaan. Hari ini merupakan lokasi keempat. Selanjutnya akan dilaksanakan di Kelurahan Karanganyar, dan terakhir di Kelurahan Margadadi,” kata Sugeng.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
