Migrant CARE Indramayu Tingkatkan Kapasitas DESBUMI untuk Perlindungan Pekerja Migran

Wahyu Topami
Migrant CARE Indramayu menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengurus PPT DESBUMI sekaligus penyusunan SOP layanan di Hotel Grand Trisula, Kamis (26/3/2026). (Foto: Istimewa)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Tingginya minat masyarakat Indramayu untuk bekerja ke luar negeri masih menjadi fenomena yang terus terjadi. Pada 2025, jumlah pekerja migran dari daerah ini tercatat mencapai 21.182 orang. Di balik peluang ekonomi tersebut, berbagai persoalan juga terus muncul, mulai dari pelanggaran kontrak kerja hingga indikasi perdagangan orang.

Migrant CARE bersama PPT DESBUMI mencatat sedikitnya delapan kasus pengaduan sepanjang tahun lalu. Permasalahan yang dilaporkan beragam, mulai dari upah yang tidak dibayarkan sesuai perjanjian, kecelakaan kerja, hingga pekerja migran yang kehilangan kontak dengan keluarga.

Sebagai upaya memperkuat perlindungan di tingkat akar rumput, Migrant CARE Indramayu menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengurus PPT DESBUMI sekaligus penyusunan SOP layanan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Trisula, Kamis (26/3/2026).

Workshop tersebut diikuti perwakilan DESBUMI dari sembilan desa di Indramayu. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan kemampuan pengurus dalam memberikan layanan informasi migrasi aman, menerima pengaduan, serta melakukan pendampingan kasus secara sistematis.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait regulasi perlindungan pekerja migran, termasuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, serta dilatih melalui simulasi penanganan kasus untuk memperkuat keterampilan praktis di lapangan.

Hadir sebagai narasumber, Agus Gustapul Supyan, dari BP3MI Jawa Barat yang bertugas di LTSA Indramayu, serta Vevi Alfi Maghfiroh sebagai fasilitator.

Koordinator Migrant CARE Indramayu, Laely Khiyaroh, menilai bahwa penguatan kapasitas di tingkat desa sangat penting agar perlindungan pekerja migran dapat berjalan lebih efektif.

“Selama ini, upaya advokasi di tingkat desa sebenarnya sudah berjalan dan banyak membantu, hanya saja masih berkembang secara alami sesuai pengalaman di lapangan. Melalui workshop ini, kami ingin memperkuat kemampuan pengurus agar lebih terarah, rapi, dan benar-benar mengutamakan kepentingan serta perlindungan korban” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pengurus PPT DESBUMI diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat dalam menangani pengaduan serta mampu menjalankan alur layanan secara terstruktur. Selain itu, workshop ini juga menghasilkan panduan advokasi sederhana dan dokumen SOP sebagai acuan kerja ke depan.

Program ini merupakan bagian dari kolaborasi Migrant CARE dengan dukungan INKLUSI. Penguatan berbasis komunitas ini diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan pekerja migran yang lebih responsif, dimulai dari desa sebagai lini terdepan.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network