INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Tingginya minat masyarakat Indramayu untuk bekerja ke luar negeri masih menjadi fenomena yang terus terjadi. Pada 2025, jumlah pekerja migran dari daerah ini tercatat mencapai 21.182 orang. Di balik peluang ekonomi tersebut, berbagai persoalan juga terus muncul, mulai dari pelanggaran kontrak kerja hingga indikasi perdagangan orang.
Migrant CARE bersama PPT DESBUMI mencatat sedikitnya delapan kasus pengaduan sepanjang tahun lalu. Permasalahan yang dilaporkan beragam, mulai dari upah yang tidak dibayarkan sesuai perjanjian, kecelakaan kerja, hingga pekerja migran yang kehilangan kontak dengan keluarga.
Sebagai upaya memperkuat perlindungan di tingkat akar rumput, Migrant CARE Indramayu menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengurus PPT DESBUMI sekaligus penyusunan SOP layanan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Trisula, Kamis (26/3/2026).
Workshop tersebut diikuti perwakilan DESBUMI dari sembilan desa di Indramayu. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan kemampuan pengurus dalam memberikan layanan informasi migrasi aman, menerima pengaduan, serta melakukan pendampingan kasus secara sistematis.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait regulasi perlindungan pekerja migran, termasuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, serta dilatih melalui simulasi penanganan kasus untuk memperkuat keterampilan praktis di lapangan.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
