Tak hanya soal rasa, aspek kesegaran makanan juga menjadi perhatian. Boy memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak diproses jauh hari, melainkan disiapkan langsung di sekitar bandara sebelum keberangkatan.
“Dan tadi juga kita pastikan bahwa memang dimasak agar fresh itu di tempat yang ada di sekitaran bandara,” katanya.
Pendekatan ini dinilai penting, mengingat mayoritas jemaah haji merupakan lansia yang membutuhkan asupan makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga aman dan mudah dicerna.
Dengan durasi penerbangan yang panjang dari Bandara Kertajati menuju Jeddah atau Madinah, kualitas makanan menjadi bagian dari layanan yang tidak bisa diabaikan. Terlebih, penerbangan dilakukan secara langsung tanpa transit, sehingga kenyamanan selama di udara menjadi faktor utama.
Melalui penyesuaian menu ini, pemerintah berharap jemaah dapat menjalani perjalanan dengan lebih nyaman, baik secara fisik maupun psikologis.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
