Purna Pekerja Migran di Indramayu Dibekali Pelatihan Keuangan Digital

Wahyu Topami
Pengurus koperasi purna pekerja migran di Indramayu mengikuti pelatihan aplikasi keuangan sederhana yang dipandu oleh tim Migrant Care, Jumat (29/5/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Komitmen tinggi untuk mendongkrak kelas ekonomi keluarga purna pekerja migran di Indramayu terus digulirkan melalui serangkaian program penguatan kapasitas digital. Berdasarkan data resmi dari KP2MI pada tahun 2025 kemarin, Kabupaten Indramayu nyatanya masih menempati posisi teratas sebagai daerah nomor satu pengirim tenaga kerja luar negeri di Indonesia dengan catatan sebanyak 21.182 warga.

Fenomena tingginya angka tersebut mendorong lembaga swadaya Migrant Care Indramayu untuk memperkuat pondasi kemandirian ekonomi purna pekerja migran di Indramayu melalui pelatihan administrasi keuangan digital untuk koperasi dan pelaku UMKM Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi).

Kegiatan bertajuk Pelatihan Administrasi Keuangan Berbasis Aplikasi Sederhana untuk Koperasi Konsumen Desa Peduli Buruh Migran dan Usaha Produktif DESBUMI itu digelar dengan melibatkan pengurus koperasi serta pelaku UMKM dari sembilan desa dampingan Migrant Care di Kabupaten Indramayu. Langkah ini dirancang khusus guna menjawab tantangan zaman terkait pengelolaan bisnis pedesaan.

Koordinator Migrant Care Indramayu, Laely Khiyaroh mengatakan, pelatihan tersebut digelar karena masih banyak keterbatasan dalam pengelolaan administrasi dan pencatatan keuangan koperasi maupun usaha produktif milik purna pekerja migran.

“Sebetulnya ini acara dari Migrant Care berupa pelatihan administrasi keuangan berbasis aplikasi sederhana untuk koperasi Desa Peduli Buruh Migran dan usaha produktif Desbumi,” ujar Laely, Jumat (29/5/2026).

Laely menjelaskan lebih lanjut bahwa pihak Migrant Care sebelumnya telah sukses menginisiasi pembentukan Koperasi Konsumen Desa Peduli Buruh Migran sejak tahun 2024 lalu. Saat ini wadah ekonomi bersama tersebut sudah memiliki 33 anggota aktif yang mengelola unit usaha produktif berupa layanan simpan pinjam mandiri dan penjualan komoditas sembako untuk kebutuhan masyarakat desa.

“Memang di lapangan kita masih banyak keterbatasan terkait pencatatan, alur kas masuk dan keluar, serta digitalisasi yang hari ini memang harus kita ikuti agar pencatatannya lebih transparan,” katanya.

Menurut pandangannya, metode pencatatan transaksi yang selama ini masih dilakukan secara manual menggunakan buku konvensional membuat arus keluar masuk keuangan koperasi dan usaha produktif milik purna pekerja migran di Indramayu sulit dipantau secara maksimal oleh pengawas. Kondisi itu juga kerap menyulitkan para pengurus dalam menghitung nilai keuntungan bulanan maupun mengetahui kondisi kesehatan keuangan yang sebenarnya secara cepat. Oleh karena itu, pelatihan administrasi keuangan berbasis piranti lunak sederhana dinilai sangat penting agar tata kelola koperasi dan UMKM menjadi jauh lebih modern serta efisien.

Laely menyebutkan, peserta kegiatan pemberdayaan teknologi ini berasal dari sembilan Desbumi dampingan Migrant Care yang tersebar di sejumlah kecamatan strategis di wilayah Indramayu. Di antaranya adalah Desa Lohbener dan Desa Sindangkerta di wilayah Kecamatan Lohbener, Desa Jatisawit di Kecamatan Jatibarang, Desa Tinumpuk, Desa Juntikedokan, serta Desa Segeran Lor di Kecamatan Juntinyuat. Selanjutnya ada Desa Majasih di Kecamatan Sliyeg, hingga Desa Kali Anyar di Kecamatan Krangkeng.

“Harapannya ke depan teman-teman koperasi dan pelaku usaha produktif bisa lebih modern dalam pencatatan keuangan, lebih tertata, dan lebih transparan,” ungkapnya.

Melalui langkah taktis ini, selain memperkuat layanan migrasi aman dan pendampingan kasus pekerja migran di Indramayu yang bermasalah di luar negeri, lembaga Migrant Care juga secara simultan terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga buruh migran melalui pengembangan koperasi dan UMKM di tingkat desa agar mereka tidak perlu kembali ke luar negeri untuk mencari nafkah.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network