INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Insiden tabrakan beruntun di Pantura Indramayu yang melibatkan tiga kendaraan besar terjadi pada Minggu (12/7/2026). Peristiwa maut ini tepatnya berlangsung di kawasan Jalan Raya Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut, sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya menderita luka-luka.
KBO Satlantas Polres Indramayu, Ipda Masnan, membeberkan kronologi awal dari insiden tragis di jalur utama tersebut. Kecelakaan bermula saat mobil pikap jenis Grand Max bernomor polisi E 8559 RB melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Mobil tersebut diketahui tengah mengangkut delapan orang penumpang dan mendadak berhenti di lajur kanan jalan.
"Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kendaraan Grand Max yang membawa delapan penumpang berhenti di lajur kanan, kemudian ditabrak dari belakang oleh truk Hino Wing Box," kata Ipda Masnan kepada wartawan.
Benturan keras dari bagian belakang membuat kondisi mobil pikap tersebut kehilangan kendali secara instan. Akibat hantaman itu, kendaraan pikap terdorong kuat ke arah depan hingga melewati batas jalur pembatas jalan. Pada saat bersamaan, datang truk Hino bak terbuka dari arah berlawanan sehingga tabrakan kedua tidak terhindarkan.
"Setelah tertabrak truk dari belakang, kendaraan pikap terdorong ke depan hingga bertabrakan lagi dengan truk Hino bak terbuka yang melaju dari arah berlawanan," ujarnya.
Masnan menjelaskan lebih lanjut mengenai rincian kondisi para korban pasca-kecelakaan hebat tersebut. Dampak dari kerasnya benturan segitiga ini membuat tiga orang penumpang mobil pikap meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Selain itu, petugas mencatat dua orang mengalami luka berat serta dua orang lainnya mengalami luka ringan.
"Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," jelasnya.
Selain memakan korban jiwa, peristiwa tabrakan beruntun di Pantura Indramayu ini merusak parah bodi ketiga kendaraan. Kerugian material akibat kerusakan properti transportasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Hingga kini, seluruh korban meninggal dunia maupun korban luka telah dievakuasi oleh petugas kepolisian. Mereka dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis dan visum lebih lanjut. Jumlah korban luka yang ditangani medis masih berpotensi fluktuatif selama proses perawatan berjalan.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
