Ia menegaskan, solusi jangka panjang bukan hanya pengerukan. Pemerintah juga diminta membangun kembali breakwater yang rusak, meninggikannya, sekaligus memperpanjang konstruksinya hingga sekitar satu kilometer agar pasir tidak terus masuk ke alur pelayaran.
"Satu-satunya yang kami harapkan adalah breakwater dibangun kembali atau ditinggikan, sekaligus dipanjangkan sekitar satu kilometer. Selain itu, pemerintah juga perlu menambah bantuan alat keruk agar alur muara tetap terjaga," ujarnya.
Suwarto menambahkan, selama ini biaya operasional pengerukan berasal dari iuran swadaya nelayan yang menjual hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong. Namun, beban operasional terus meningkat, sementara pendapatan nelayan justru menurun.
"Operasional semakin tinggi, sementara pendapatan semakin rendah. Di sisi lain, pendangkalan semakin parah," katanya.
Selain menuntut normalisasi muara, para nelayan juga menyoroti kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
