Tuntut Perbaikan Breakwater, Nelayan Karangsong Ancam Mogok Bayar PNBP hingga Aksi ke Jakarta

Dindin Ahmad S
Ratusan nelayan dan juragan kapal yang tergabung dalam Gerakan Nelayan Pantura (GNP) dan KPL Mina Sumitra menggelar aksi solidaritas di Karangsong, Indramayu, Senin (27/7/2026). (Foto: Istimewa)

Salah seorang juragan kapal, H. Judah, mengaku nelayan tetap diwajibkan membayar PNBP meski akses keluar masuk kapal masih terganggu akibat pendangkalan muara.

Menurutnya, pemerintah seharusnya terlebih dahulu memastikan jalur pelayaran berfungsi dengan baik sebelum menarik berbagai pungutan dari nelayan.

"Kami berangkat saja susah, apalagi pulangnya. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, saya sendiri akan mempelopori penolakan membayar PNBP. Kami juga siap ikut aksi ke Jakarta," tegas Judah.

Para nelayan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret melalui normalisasi Muara Karangsong, pembangunan kembali breakwater, serta penambahan fasilitas pengerukan agar aktivitas perikanan kembali lancar, perekonomian masyarakat pesisir pulih, dan tidak ada lagi kapal yang terjebak akibat sedimentasi.

Mereka menilai pembangunan breakwater akan mempercepat akses keluar masuk kapal nelayan, mengurangi abrasi pantai, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Karangsong dan Kabupaten Indramayu.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network