Harga Garam Lokal Anjlok, Pemerintah Diminta Stop Kran Impor

Wahyu Topami
Kebijakan impor yang masih berjalan membuat petambak garam di Kabupaten Indramayu kesulitan menjual hasil panennya.

 

INDRAMAYU, InewsIndramayu.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, mendesak pemerintah segera menutup impor garam di tengah melimpahnya produksi garam rakyat. Menurutnya, kebijakan impor yang masih berjalan membuat petambak garam di Kabupaten Indramayu kesulitan menjual hasil panennya.

Herman mengatakan kondisi tersebut merupakan persoalan yang terus berulang setiap tahun. Saat musim hujan, produksi garam menurun sehingga harga naik. Namun ketika musim kemarau dan produksi melimpah, harga justru anjlok hingga garam rakyat sulit terserap pasar.

"Ironisnya, saat produksi garam melimpah, harga justru jatuh dan bahkan garam rakyat dianggap tidak laku dijual," kata Herman Khaeron di Kabupaten Indramayu, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, pemerintah harus segera menentukan kementerian yang bertanggung jawab penuh terhadap tata kelola garam nasional. Sebab hingga kini kewenangan masih tersebar di sejumlah kementerian, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian Perdagangan.

Ia menilai persoalan garam tidak cukup diselesaikan melalui peningkatan produksi. Pemerintah juga harus memperkuat industri hilir agar garam rakyat memiliki pasar yang lebih luas.

"Kalau garam rakyat ingin laku dengan harga yang baik dan semangat petambak tetap terjaga, negara harus mendorong berkembangnya industri hilir garam. Garam rakyat harus bisa masuk ke garam konsumsi maupun kebutuhan industri," ujarnya.

Herman juga menyoroti masih bergantungnya industri dalam negeri terhadap garam impor. Kondisi itu, menurutnya, membuat garam hasil petambak lokal kalah bersaing meski produksi sedang melimpah.

"Impor harus ditutup. Tetapi di sisi lain kita juga harus menjaga keberlanjutan produksi garam nasional. Kalau itu bisa dilakukan, selain meningkatkan ekonomi masyarakat, harga garam juga akan lebih stabil," tegasnya.

Selain menghentikan impor, Herman meminta pemerintah mulai memikirkan inovasi teknologi produksi garam agar petambak tidak hanya bergantung pada musim kemarau. Dengan teknologi yang tepat, produksi garam diharapkan tetap dapat berlangsung saat musim hujan sehingga kesejahteraan petambak lebih terjamin.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mewujudkan swasembada garam nasional sekaligus meningkatkan daya saing garam produksi dalam negeri.

 

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network