10 Rumah Nelayan di Indramayu Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 1 Miliar

Wahyu Topami
10 rumah nelayan terdampak kebakaran dibersihkan TNI dan warga di Eretan Wetan, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Istimewa).

INDRAMAYU, InewsIndramayu.id – Sebanyak 10 rumah nelayan terbakar di Eretan Wetan, Kabupaten Indramayu. Sehari setelah kejadian, personel TNI bersama warga langsung membersihkan puing-puing sisa kebakaran.

Kegiatan tersebut berlangsung di Blok Prempu 1, RT 01/RW 04, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Sabtu (12/9/2026).

Personel Koramil 1616/Kandanghaur bersama warga melaksanakan kerja bakti di lokasi kebakaran. Mereka membersihkan sisa bangunan dan material yang terbakar.

Selain itu, warga bersama personel TNI merapikan lingkungan sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan setelah api berhasil dipadamkan.

Kegiatan kerja bakti menjadi bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat yang terdampak musibah. Kehadiran personel TNI juga membantu warga dalam proses awal pemulihan pascakebakaran.

Danramil 1616/Kandanghaur Kapten Arh Dadan Haidir mengatakan, kerja bakti tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap warga yang sedang mengalami musibah.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat. Setelah api berhasil dipadamkan, langkah selanjutnya adalah membersihkan puing-puing dan mengamankan lingkungan sekitar. Kami bersama warga melaksanakan kerja bakti secara gotong royong agar lokasi segera bersih dan dapat ditata kembali,” ujar Kapten Arh Dadan Haidir.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momen untuk memperkuat semangat gotong royong. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terlihat dalam proses pembersihan lokasi.

Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han. menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dan jajaran Koramil di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu membantu dan memberikan solusi dalam setiap kondisi yang dihadapi warga.

“Musibah kebakaran ini tentu menjadi pukulan bagi warga yang terdampak. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu meringankan beban mereka. Kehadiran TNI tidak hanya saat kejadian, tetapi juga dalam proses pemulihan pascakebakaran, termasuk membantu membersihkan puing-puing dan lingkungan sekitar,” ungkap Dandim.

Dandim menambahkan, semangat gotong royong menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai musibah. Karena itu, TNI terus mendorong kebersamaan dalam membantu warga terdampak.

“Kami berharap warga tetap tabah dan tidak kehilangan semangat. Mari kita bangkit bersama. TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat untuk membantu warga yang terdampak,” tambahnya.

Kebakaran tersebut terjadi pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.45 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah milik Madini setelah terjadi pemadaman listrik.

Api kemudian membesar dan merembet ke rumah nelayan lainnya. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Patrol dan Pos Damkar Indramayu dikerahkan ke lokasi.

Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 01.30 WIB. Sebanyak 10 unit rumah panggung nelayan terdampak dalam kejadian tersebut.

Tidak terdapat korban jiwa dalam kebakaran itu. Sementara itu, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

Setelah kebakaran, proses pembersihan menjadi bagian penting dalam penanganan lokasi. Personel Koramil 1616/Kandanghaur, Pemerintah Desa Eretan Wetan dan masyarakat ikut terlibat dalam kerja bakti.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network