Pedagang Pasar Jatibarang Bertahun-tahun Urus Sampah Sendiri, Pertanyakan Peran DLH

Wahyu Topami
Pasar Jatibarang urus sampah sendiri, pedagang berharap fasilitas DLH, Sabtu (12/9/202). (Foto: Wahyu Topami).

INDRAMAYU, InewsIndramayu.id – Pasar Jatibarang urus sampah sendiri selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyediakan berbagai fasilitas pengelolaan sampah secara mandiri.

Para pedagang membeli tong sampah, menyewa kendaraan pengangkut, hingga membayar tenaga untuk membawa sampah menuju tempat pembuangan. Seluruh kebutuhan itu dibiayai melalui iuran internal para pedagang.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Jatibarang, Hedi Warkim Lubis, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Selama dirinya menjabat sekitar satu tahun dan sekaligus berdagang di pasar tersebut, ia belum merasakan adanya penanganan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi tersebut bahkan disebut sudah berlangsung sejak awal pasar dibuka.

“Saya menjabat sudah setahun, saya pun berdagang juga. Memang tidak ada. Katanya dari awal pembukaan pasar ini,” kata Hedi, Sabtu (12/9/2026).

Karena tidak mendapat penanganan yang dirasakan pedagang, mereka kemudian mengambil inisiatif sendiri. Pengelolaan dilakukan dengan menyediakan fasilitas dan membiayai kebutuhan pengangkutan sampah.

Menurut Hedi, kondisi itu menjadi beban tambahan bagi pedagang. Sebab, biaya pengelolaan sampah harus ditanggung melalui iuran yang dikumpulkan secara internal.

Hedi mengatakan pihaknya tidak menuntut pemerintah daerah langsung menyediakan seluruh kebutuhan pengelolaan sampah. Namun, ia berharap DLH dapat memberikan dukungan untuk kebutuhan dasar di pasar.

Salah satunya adalah penyediaan tong sampah bagi para pedagang. Menurut Hedi, fasilitas tersebut menjadi kebutuhan penting dalam menjaga pengelolaan sampah di kawasan pasar.

“Kalau bisa ya minta partisipasi dari DLH untuk menyapu pasar yang sebesar ini. Tolonglah, setidaknya kalau mobil tidak ada, ya ada tong sampah untuk setiap pedagang,” ujarnya.

Hedi menilai kondisi tersebut cukup ironis. Pasalnya, fasilitas dasar berupa tong sampah juga harus dibeli sendiri oleh pedagang.

“Masa ini tong saja pun beli kita,” katanya.

Selain tong sampah, pedagang juga selama ini mengatur kebutuhan pengelolaan sampah secara mandiri. Hal itu dilakukan agar sampah dari aktivitas perdagangan tetap dapat ditangani.

Hedi berharap perhatian terhadap persoalan sampah di Pasar Jatibarang dapat ditingkatkan. Menurutnya, pasar memiliki aktivitas perdagangan setiap hari sehingga fasilitas pengelolaan sampah menjadi kebutuhan penting.

Ia juga menilai dukungan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan sampah. Fasilitas dasar juga dibutuhkan agar pedagang dapat menjalankan pengelolaan sampah dengan lebih tertib.

“Harapannya ada perhatian dari DLH. Pasar ini besar dan aktivitasnya setiap hari. Setidaknya fasilitas sampahnya bisa dibantu,” pungkasnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network