Banjir Puluhan Tahun Tak Teratasi, Jalan DI Panjaitan Indramayu Kembali Lumpuh
Kritik tajam tertuju pada buruknya sistem drainase kota. Ismail menyoroti banyaknya saluran pembuangan (got) yang kini beralih fungsi menjadi lahan komersial secara permanen, sehingga menutup akses air untuk mengalir dengan lancar.
"Ya itu, kadang-kadang saluran got di sana itu tertutup peluran (semen) permanen untuk orang jualan semua. Jadi saluran airnya tertutup tempat jualan, jadinya kurang lancar," tegas Ismail
Selain penyempitan saluran akibat aktivitas perdagangan, posisi geografis jalan yang rendah serta tikungan saluran air yang tidak proporsional membuat kawasan DI Panjaitan menjadi titik tumpu genangan air.
Hingga saat ini, upaya yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun pihak terkait dinilai warga hanya menyentuh permukaan saja. Pembersihan sampah di saluran air dianggap tidak cukup kuat untuk melawan debit air yang tinggi setiap musim hujan tiba.
"Belum tahu sih, sepertinya belum ada upaya besar. Paling cuma dari pihak PU (Pekerjaan Umum) mengambil sampah-sampah saja," ungkap Ismail. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto