Lampaui Target Provinsi, Investasi Kabupaten Indramayu 2025 Tembus Rp3,35 Triliun
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Kabupaten Indramayu mencatatkan performa ekonomi yang luar biasa sepanjang 2025. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode Januari–Desember 2025, total realisasi investasi di Bumi Wiralodra mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp3.356.159.291.479.
Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat masif, melonjak hingga 122 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,51 triliun. Tidak hanya itu, angka ini juga melampaui target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni mencapai 160,6 persen dari target sebesar Rp2,09 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Indramayu, RM. Wahyu Adhiwijaya, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan investor yang terus meningkat terhadap potensi daerah.
"Realisasi investasi PMA dan PMDN pada Januari–Desember tahun 2025 sebesar Rp3.356.159.291.479, meningkat Rp1.843.936.747.519 atau meningkat 122 persen dari tahun 2024 periode yang sama," ujar Wahyu Adhiwijaya, Rabu, 4 Februari 2026.
Pertumbuhan modal yang masuk ke Indramayu berbanding lurus dengan terbukanya lapangan kerja baru. Sepanjang tahun 2025, terdapat sebanyak 3.833 LKPM yang terlaporkan dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.643 orang. Angka penyerapan tenaga kerja ini mengalami kenaikan sebesar 9 persen atau bertambah 228 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Wahyu menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha. Iklim investasi yang kondusif di 31 kecamatan menjadi kunci utama keberhasilan ini.
"Realisasi investasi telah mencapai 160,6 persen atau dari target provinsi sebesar Rp2,09 T," tambah Wahyu Adhiwijaya.
Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Losarang menempati peringkat teratas sebagai daerah yang paling diminati investor dengan nilai investasi mencapai Rp584.069.249.405 (rasio 17 persen). Di posisi kedua diikuti oleh Kecamatan Terisi dengan investasi sebesar Rp494,5 miliar (rasio 15 persen) dan Kecamatan Widasari sebesar Rp462,6 miliar (rasio 14 persen).
Sementara itu, untuk jumlah proyek terbanyak berada di Kecamatan Indramayu dengan total 1.262 proyek, yang sekaligus menjadi penyerap tenaga kerja lokal terbanyak dengan jumlah 584 orang. Dengan capaian gemilang ini, Kabupaten Indramayu semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tujuan investasi utama di Jawa Barat. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto