10 Ribu Mangrove Jadi Tameng Abrasi, PHE ONWJ Intervensi Dua Zona Merah di Indramayu
Data kerusakan pesisir turut memperkuat urgensi program ini. Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Elly Sunarti, mengungkapkan bahwa kenaikan suhu global berdampak langsung pada wilayah pesisir daerah tersebut.
"Kenaikan suhu bumi antara 1 hingga 1,2 derajat Celcius telah memicu kenaikan permukaan air laut setinggi 60 hingga 100 sentimeter. Dampaknya nyata, hampir 6.000 hektare lahan di pesisir kita rusak. Ini pekerjaan rumah besar," ungkap Elly.
Ia mengapresiasi kontribusi PHE ONWJ yang dinilai sejalan dengan visi “Indramayu Hijau” serta target RPJMD penanaman minimal 20 ribu batang mangrove.
Dukungan terhadap rehabilitasi kawasan pesisir juga datang dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu. Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida, El Gharif H., menyebut langkah ini memperkuat revisi RTRW yang tengah dibahas.
"Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sepakat menjadikan mangrove sebagai program prioritas. Dalam revisi RTRW, kita menetapkan batasan tegas untuk green belt atau sabuk hijau. Kami mengapresiasi konsistensi PHE ONWJ menjaga kelestarian alam yang secara langsung mendukung tata ruang yang telah kami rancang," tutur Gharif.
Editor : Tomi Indra Priyanto