get app
inews
Aa Text
Read Next : BMKG: Warga Jabar Diminta Siaga Hadapi Cuaca Buruk 23–29 Januari 2026

Angin Kencang Terjang Indramayu, BPBD Belum Pastikan Total Kerugian

Senin, 23 Februari 2026 | 16:07 WIB
header img
Petugas menunjukkan salah satu rumah warga yang terdampak cuaca ekstrem berupa angin kencang. (Foto: iNewsIndramayu.id/Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Fenomena cuaca ekstrem Indramayu berupa angin kencang yang melanda pada Senin (23/2/2026) mengakibatkan sejumlah kerusakan di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu langsung bergerak cepat melakukan pendataan setelah beberapa video pohon tumbang di RS MM dan pemukiman warga viral di media sosial.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu, Agus Yani, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat sudah berada di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan memetakan skala kerusakan yang terjadi.

"Kami hingga saat ini masih melakukan asesmen untuk memantau kondisi di lapangan," tegas Agus Yani.

Daftar 4 Titik Lokasi Terdampak Cuaca Ekstrem Indramayu

Hingga laporan terakhir diterima, BPBD Kabupaten Indramayu baru saja merilis data mengenai empat lokasi utama yang terkena dampak langsung dari terjangan angin kencang tersebut. Keempat wilayah tersebut di antaranya:

  • Desa Terusan, Kecamatan Sindang.
  • Desa Pamayahan, Kecamatan Lohbener.
  • Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg.
  • Desa Kalimati, Kecamatan Jatibarang.

Selain empat titik tersebut, BPBD juga tetap memantau wilayah Kelurahan Kepandean yang melaporkan adanya rumah warga yang tertimpa pohon tumbang saat cuaca memburuk.

BPBD Belum Pastikan Total Kerugian Materil

Meskipun sebaran wilayah sudah terpetakan, pihak BPBD belum bisa merinci secara pasti berapa jumlah rumah atau fasilitas publik yang mengalami kerusakan. Hal ini dikarenakan proses validasi data masih terus berjalan seiring dengan upaya pembersihan material pohon yang tumbang.

Agus Yani menjelaskan bahwa timnya tidak ingin gegabah dalam mengeluarkan data kerusakan sebelum proses pengecekan fisik selesai dilakukan secara menyeluruh.

"Kami belum dapat memastikan akan ada penambahan dan kerusakan apa saja yang terjadi pada empat titik tersebut, karena saat ini kami masih melakukan asesmen," tambahnya. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut