Kreatif di Bulan Puasa, Warga Asal Indramayu Ini Sulap Limbah Jadi Basoka yang Laris Manis
Aktivitas memproduksi mainan ini hanya dilakukan Agus secara khusus saat memasuki bulan suci. Meski bersifat musiman, konsistensinya sejak beberapa tahun terakhir membuat nama Basoka kian dikenal luas oleh warga sekitar wilayah Tukdana.
Setiap hari selama Ramadan di Indramayu, Agus mengaku mampu menghabiskan hampir setengah karung kaleng dan botol plastik bekas untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan. Proses pembuatannya terbilang sederhana dan tidak memerlukan modal besar karena mayoritas bahan baku berasal dari barang yang sudah tidak terpakai.
Dengan modal yang minim, Agus mampu menjual mainan tersebut dengan harga yang kompetitif namun tetap menguntungkan bagi keluarganya. Apa yang dilakukan Agus Saroni menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan peluang ekonomi dapat berjalan beriringan jika dikelola dengan kreativitas.
Kini, setiap momen Ramadan di Indramayu tiba, kehadiran Basoka rakitan Agus selalu dinanti oleh anak-anak sebagai teman menunggu azan Maghrib berkumandang. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto