get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Indramayu 28 Februari 2026, Lengkap dengan Doanya

Pelopor MBG Indramayu Jelaskan Perbedaan Porsi dan Harga Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:00 WIB
header img
Kasan Basari, pelopor Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indramayu. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai perbincangan mengenai perbedaan porsi, harga, hingga teknis distribusi, Pelopor MBG Indramayu, Kasan Basari, meluruskan sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat.

Menurut Kasan, masyarakat perlu memahami bahwa dalam program MBG terdapat dua kategori harga yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

“Ada dua pelayanan yang harus dibedakan, artinya beda harga. Harga Rp8.000 diperuntukkan bagi TK dan SD kelas 1, 2, dan 3 dengan porsi kecil. Sedangkan Rp10.000 untuk SD kelas 4, 5, dan 6, serta SMP dan SMA dengan porsi lebih besar,” jelasnya, Jumat (27/2/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan harga tidak berarti adanya perbedaan kualitas pelayanan maupun menu makanan.

“Yang dipastikan, pelayanan tidak pernah dibedakan. Menu hari itu sama, baik untuk SD maupun SMA. Yang membedakan hanya kuantitas isiannya,” tegasnya.

Kasan menjelaskan, dalam kondisi tertentu jumlah menu yang disajikan bisa berbeda menyesuaikan nilai bahan makanan. Porsi besar dapat terdiri dari lima jenis menu dan porsi kecil empat jenis menu. Namun, jika bahan makanan bernilai lebih tinggi, porsi besar bisa berisi empat jenis menu dan porsi kecil tiga jenis menu.

Ia juga menyoroti perbedaan tampilan makanan yang kerap dibandingkan masyarakat. Menurutnya, hal tersebut lebih dipengaruhi oleh sistem distribusi dari dapur ke sekolah.

“Kadang ada dapur yang terlihat menunya lebih banyak dan besar, itu bisa jadi karena sistem pengirimannya berbeda,” ujarnya.

Kasan menerangkan, ada dapur yang mengirim makanan setiap hari, sementara dapur lainnya melakukan pengiriman dua kali dalam sepekan untuk kebutuhan beberapa hari sekaligus.

“Kalau satu minggu enam hari lalu dibagi dua kali pengiriman, berarti tiga hari sekali. Maka secara visual terlihat lebih banyak dan besar. Itu faktor teknis pengiriman, bukan perbedaan kualitas,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa aspek harga, porsi, dan teknis pengiriman dalam program MBG telah diatur dengan jelas. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak keliru dalam memahami perbedaan yang terlihat di lapangan.

Selain itu, Kasan juga menekankan pentingnya kualitas bahan olahan makanan, terutama penggunaan air sebagai bahan dasar memasak.

“Air itu bahan paling pokok. Kalau airnya asal-asalan, pasti menimbulkan masalah. Gunakan air mineral yang standar pH-nya sudah terukur. Tidak harus merek tertentu, yang penting aman dan nyaman untuk lambung anak-anak,” pesannya.

Ia turut mengingatkan para pengelola dapur agar menggunakan bahan makanan segar serta tidak mencari keuntungan dari anggaran yang telah ditetapkan.

“Jangan coba-coba mencari keuntungan dari harga Rp8.000 atau Rp10.000 itu. Biarkan harga tersebut murni untuk konsumsi anak-anak. Kalau dilaksanakan dengan benar, insyaallah ada keberkahan,” ujarnya.

Menurut Kasan, program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“MBG bukan hanya menyehatkan anak-anak dan memberikan asupan gizi. Petani bisa hidup dengan harga maksimal, tenaga kerja yang tadinya menganggur bisa bekerja. Walaupun ada plus minus, itu bagian dari dinamika,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.

“Kita kibarkan dapur ini, kita kawal MBG ini. Karena dampaknya bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (*)

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut