Bahayakan Pemudik Malam Hari, PJU Pantura Indramayu Masih Terbatas
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Persoalan penerangan jalan masih menjadi tantangan serius bagi kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Indramayu mencatat bahwa keberadaan Penerangan Jalan Umum atau PJU Pantura Indramayu saat ini masih sangat terbatas di sejumlah titik krusial.
Kondisi jalur yang gelap di malam hari dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pemudik yang belum mengenal medan jalan. Minimnya lampu penerangan ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah menjelang lonjakan volume kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Ali Fikri, menegaskan bahwa pengelolaan infrastruktur penerangan di jalan nasional merupakan ranah pemerintah pusat. Oleh karena itu, pihaknya tidak memiliki wewenang langsung untuk melakukan pengadaan secara mandiri, melainkan harus melalui koordinasi kementerian terkait.
Hingga saat ini, pemerintah daerah terus melakukan komunikasi intensif agar kebutuhan PJU Pantura Indramayu segera terpenuhi sebelum puncak arus mudik tiba.
"PJU di jalur Pantura ini merupakan kewenangan pemerintah pusat. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan,” ujar Ali Fikri saat memberikan keterangan, Selasa (10/3/2026).
Menurut Ali Fikri, hasil koordinasi sejauh ini telah membuahkan hasil dengan dialokasikannya sejumlah bantuan lampu jalan. Namun, jumlah PJU Pantura Indramayu yang disetujui oleh kementerian dinilai masih jauh dari angka ideal untuk meng-cover seluruh panjang jalan di wilayah tersebut.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dilaporkan hanya memberikan sekitar 60 titik PJU baru untuk dipasang di sepanjang jalur utama Pantura wilayah Indramayu.
“Sekitar 60 titik yang diberikan untuk pemasangan PJU. Memang belum semuanya terpasang di sepanjang jalur,” kata Ali Fikri menambahkan.
Jumlah tersebut dianggap belum mampu menjangkau seluruh area blank spot atau titik-titik rawan yang membutuhkan penerangan ekstra di sepanjang garis pantai utara tersebut.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran dan kewenangan, Dishub Indramayu tidak tinggal diam. Upaya koordinasi lanjutan terus dikebut agar penambahan PJU Pantura Indramayu bisa diprioritaskan pada lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Penyediaan penerangan yang memadai sangat mendesak demi menjamin keselamatan para pengguna jalan, khususnya para pemudik yang lebih memilih melakukan perjalanan pada malam hari guna menghindari terik matahari.
Dishub berharap pemerintah pusat segera merealisasikan penambahan tersebut agar momen pulang kampung tahun ini tidak diwarnai oleh insiden akibat minimnya cahaya di jalan raya.
Editor : Tomi Indra Priyanto