Momen Tak Biasa di Aksi Indramayu: Biawak Hidup Jadi Kado Protes untuk Bupati
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Pemandangan tak biasa dan sangat mengejutkan mendadak mengguncang suasana aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Pendopo Bupati Indramayu Lucky Hakim, pada Kamis (30/4/2026).
Di tengah ketegangan kepungan ribuan massa, sebuah insiden simbolis yang sangat aneh namun penuh makna terjadi sesaat sebelum massa aksi membubarkan diri.
Warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) secara mengejutkan memberikan kado istimewa berupa beberapa ekor biawak hidup kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Indramayu di alun-alun, menciptakan momen tak terlupakan.
Keputusan memberikan hewan reptil pesisir tersebut diambil sebagai puncak kekecewaan ribuan demonstran karena Bupati Indramayu Lucky Hakim tidak kunjung muncul menemui massa sejak aksi dimulai sekira pukul 10.00 WIB.
Meski suasana sempat memanas dengan kehadiran sosok unik seperti Spiderman Indramayu yang ikut berbaur dengan tenda-tenda keprihatinan di Alun-Alun, massa tetap tertib mengikuti rangkaian acara, mulai dari orasi-orasi tajam, pembacaan puisi keprihatinan, hingga pembacaan doa Istigosah bersama demi meminta perlindungan atas hak-hak masyarakat pesisir yang selama ini terabaikan di Bumi Wiralodra.
Momen puncak yang sangat ikonik terjadi tepat pada pukul 11.20 WIB. Di bawah pengawalan ketat petugas Satpol PP, perwakilan massa aksi dengan tenang membawa dan menyerahkan beberapa ekor biawak hidup tersebut di depan gerbang pendopo.
Penyerahan hewan-hewan eksotis ini dilakukan sebagai simbol protes keras sekaligus kado perpisahan dari warga kepada jajaran administrasi Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Hingga massa akhirnya membubarkan diri secara teratur setelah penyerahan simbolis tersebut, belum ada konfirmasi resmi atau tanggapan langsung dari pihak Bupati Indramayu Lucky Hakim mengenai insiden unik pemberian kado biawak hidup ke gerbang pendopo tersebut.
Langkah tak terduga dari ribuan warga Kompi ini kini menjadi buah bibir yang menyelimuti suasana kepungan di pusat kota Indramayu.
Pertanyaan mengenai simbolisme sebenarnya di balik biawak-biawak hidup tersebut dan bagaimana reaksi pemerintah daerah selanjutnya, kini menjadi teka-teki besar yang menarik perhatian publik di Kabupaten Indramayu.
Editor : Tomi Indra Priyanto