Lawan Politik Uang dengan Buku: Bawaslu Indramayu Siapkan Pojok Literasi di Perpustakaan S16
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Pengawasan demokrasi kini tidak lagi hanya dilakukan di bilik suara, melainkan merambah ke rak-rak buku. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indramayu melakukan terobosan unik dengan menyambangi Perpustakaan S16 dan Sanggar Literasi Bojongjati di Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, pada Minggu (3/5/2026).
Kunjungan audiensi ini dilakukan untuk mematangkan rencana Nota Kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran Pojok Literasi Bawaslu. Langkah ini menjadi strategi baru Bawaslu Indramayu dalam memperkuat pengawasan partisipatif berbasis literasi, guna menciptakan masyarakat yang kritis dan sadar akan hak-hak demokrasinya.
Pengelola Perpustakaan S16, Ahmad Khoeri, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif kolaboratif yang menggabungkan dunia literasi dengan semangat pengawasan pemilu tersebut.
"Kami menyambut baik adanya kerja sama untuk membangun kesadaran literasi atas pengawasan dan kepemimpinan demokrasi di Indramayu melalui upaya nyata bersama Bawaslu Indramayu," ujar Ahmad Khoeri di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, tim dari Bawaslu Indramayu yang diwakili oleh M. Agus Ryanto dan Budi Taryono menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk merangkul berbagai elemen masyarakat secara lebih luas, mulai dari kaum terpelajar hingga tokoh spiritual.
"Acara ini sebagai upaya membangun relasi dengan masyarakat luas bahwa pengawasan harus juga lahir dari kalangan masyarakat umum, pelajar, dan unsur tokoh masyarakat serta tokoh agama," ungkap tim Bawaslu.
Lebih dari sekadar momentum pemilu, Bawaslu Indramayu menekankan bahwa esensi dari kerja sama ini adalah menciptakan budaya pengawasan yang berkelanjutan. Buku dan literasi dianggap sebagai sarana paling efektif untuk menjaga integritas kepemimpinan bahkan setelah masa pencoblosan usai.
"Agar pengawasan kepemimpinan demokrasi bukan hanya saat pemilu saja, tapi setelah itu, saat menjabat pun kita bersama-sama membangun kesadaran pengawasan kepemimpinan demokrasi," tandasnya.
Rencananya, kerja sama literasi ini akan diresmikan melalui penandatanganan MoU dalam waktu dekat. Kehadiran Pojok Literasi Bawaslu di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi oase pengetahuan sekaligus benteng pertahanan demokrasi di Kabupaten Indramayu melalui gerakan membaca dan berdiskusi.
Editor: Tomi Indra Priyanto