Kondisi Terbaru Pertamina Losarang Indramayu Malam Ini: Area Steril dan Investigasi
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Situasi di Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara, Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, terpantau masih dalam pengawasan ketat pada Rabu (6/5/2026) malam. Kondisi terbaru Pertamina Losarang pasca-insiden kebakaran yang terjadi siang tadi menunjukkan aktivitas sterilisasi area yang masih berlangsung guna menjamin keamanan total sebelum fasilitas kembali beroperasi penuh.
Di bawah temaram lampu penerangan jalan, akses utama menuju fasilitas energi ini dijaga ketat oleh petugas keamanan berseragam lengkap dan helm keselamatan putih. Sebuah spanduk besar bertuliskan "Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja" dengan logo K3 berwarna hijau terpasang mencolok di tengah barikade jalan, menandakan status area terbatas bagi pihak luar untuk menjamin keamanan objek vital nasional tersebut.
Papan peringatan berwarna kuning bertuliskan "Hati-hati Kurangi Kecepatan" dan tanda "Sedang Ada Pekerjaan" juga disiagakan di jalur masuk. Penempatan rambu-rambu ini bertujuan untuk mengatur alur keluar masuk kendaraan teknis yang masih melakukan mobilitas di dalam kawasan operasional hingga malam hari guna memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala.
Meskipun api sudah dinyatakan padam sepenuhnya sejak sore hari, tim teknis tidak menurunkan tingkat kewaspadaan sedikit pun. Penjagaan di pintu masuk dilakukan berlapis untuk memberikan ruang bagi tim investigasi melakukan pemeriksaan tanpa adanya gangguan dari pihak luar. Langkah ini krusial untuk menjaga integritas data dan fisik di lokasi kejadian selama masa pemulihan berlangsung.
Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan pada malam ini adalah memastikan seluruh komponen teknis tetap dalam keadaan stabil. Pengecekan sisa-sisa material yang sempat terdampak suhu panas menjadi prioritas utama guna menghindari risiko sekunder yang mungkin muncul pasca-kejadian.
“(Saat ini) kita lagi cek ulang semua peralatan untuk memastikan kondisi semua aman,” ujar Pinto.
Memasuki area dalam fasilitas, suasana tampak hening namun penuh dengan aktivitas pengecekan teknis yang mendalam. Tiga unit fasilitas yang terlindungi kerangkeng besi besar kini dikelilingi oleh garis pembatas kuning-hitam sebagai penanda area steril. Dalam kegelapan malam, petugas operasional dengan pakaian kerja lengkap tampak melakukan penyisiran saksama menggunakan alat bantu penerangan sorot.
Petugas tersebut memeriksa satu per satu katup, instalasi pipa, dan sambungan kabel guna memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi yang dapat mengganggu operasional ke depannya. Di permukaan tanah yang tampak basah, sebuah tabung alat pemadam api ringan (APAR) berwarna merah tetap disiagakan di dekat lokasi pengecekan sebagai bagian dari standar kesiapsiagaan darurat yang masih berlaku secara ketat.
Langkah pengecekan mendetail ini merupakan dasar penting bagi tim investigasi untuk menentukan penyebab pasti insiden yang sempat menyita perhatian warga di wilayah Losarang tersebut. Transparansi dalam proses investigasi ini menjadi komitmen utama perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik dan mitra kerja.
“Pertamina EP memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. Kami telah membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab terjadinya peristiwa ini,” tegas Pinto terkait.
Melalui pemantauan secara berkelanjutan, pihak perusahaan berkomitmen untuk memulihkan fungsi fasilitas secepat mungkin setelah seluruh aspek keamanan terverifikasi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak memasuki area perimeter luar fasilitas demi kelancaran proses investigasi teknis serta menjaga keselamatan bersama di wilayah Kabupaten Indramayu.
Editor : Tomi Indra Priyanto