get app
inews
Aa Text
Read Next : Sarang Tawon Agresif di Indramayu Dieksekusi Damkar, Enam Warga Alami Luka Ringan

Toko Kelontong di Haurgeulis Indramayu Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Botol Bensin Dekat Kompor

Senin, 25 Mei 2026 | 15:10 WIB
header img
Petugas Pos Damkar Patrol melakukan penyelidikan dari sisa puing bangunan pasca-peristiwa kebakaran toko di Indramayu akibat sambaran bensin eceran, Senin (25/5/2026). (Foto: Istimewa)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Insiden mengerikan yang melibatkan bahan bakar minyak (BBM) eceran kembali terjadi dan menggegerkan warga di wilayah barat. Sebuah peristiwa kebakaran toko di Indramayu, tepatnya menimpa tempat usaha kelontong di Jalan Ismaya, Blok 09, Desa Karangtumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, dilaporkan hangus diamuk si jago merah pada Senin (25/5/2026) pagi.

Amukan api yang berkobar hebat tersebut diduga kuat dipicu oleh sambaran hawa panas atau percikan api kompor yang berada di dapur. Nyala api secara kilat menyambar deretan botol bensin yang tengah disiapkan pemilik toko saat melakukan aktivitas jual beli bensin eceran di dekat area memasak.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.07 WIB dari pemerintah desa setempat. Laporan cepat dari pamong desa ini langsung direspons oleh pusat komando pemadam kebakaran dengan menerjunkan armada rescue terdekat.

“Begitu menerima laporan, petugas dari Pos Damkar Patrol langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Jajat.

Berdasarkan hasil investigasi dan pengumpulan keterangan saksi-saksi di lapangan, Jajat membeberkan kronologi mencekam saat api mulai menguasai bangunan. Ketika kejadian berlangsung, istri dari pemilik toko diketahui sedang sibuk memasak di dapur menggunakan kompor gas. Pada saat yang bersamaan, sang suami tengah melakukan pengisian BBM jenis pertalite ke dalam wadah kaca atau botol sekitar lima meter dari sumber api kompor.

Nahas, sifat bensin yang memiliki daya penguapan tinggi membuat uap bahan bakar tersebut mengalir di udara hingga mencapai batas aman jarak minimal dengan kompor yang menyala aktif.

“Tiba-tiba api menyambar botol bensin dan kobaran api langsung membesar. Beruntung korban segera menyelamatkan istrinya dan meminta bantuan warga sekitar,” katanya.

Melihat kepulan asap hitam membumbung tinggi disertai kobaran api yang terus menjalar ke dinding bangunan, warga setempat langsung tanggap. Tanpa komando, masyarakat sekitar berjibaku memadamkan api menggunakan alat seadanya serta memanfaatkan mesin pompa semprot pertanian sebelum petugas damkar tiba di lokasi kejadian.

Aksi gotong royong massal ini membuahkan hasil positif sehingga laju perambatan api ke bangunan pemukiman sekitar berhasil dilokalisasi dengan cepat.

“Setibanya petugas di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” ucap Jajat.

Meskipun amukan si jago merah sempat memorak-porandakan bangunan, otoritas terkait memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah ini. Namun, bangunan fisik dan seluruh isi dagangan kelontong milik korban hangus terpanggang, sehingga pemilik toko diperkirakan mengalami kerugian material yang cukup besar hingga mencapai sekitar Rp30 juta.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Jajat mengimbau keras agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat menyimpan, menuang, maupun mengisi bahan bakar minyak di dekat sumber api terbuka.

“Bensin itu sangat mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pengisian bahan bakar terlalu dekat dengan kompor atau sumber panas lainnya,” pungkasnya.

Operasi penanganan dan pemadaman kebakaran ini berjalan lancar berkat kerja sama solid dari Regu III Pos Damkar Patrol, unsur Pemerintah Kecamatan Haurgeulis, Pemerintah Desa Karangtumaritis, serta partisipasi aktif warga setempat.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut