Kebutuhan Jelang Idul Adha Terbantu, Penerima Bantuan Pangan di Indramayu Melonjak Jadi 740 KPM
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id - Kabar baik menghampiri ratusan masyarakat di wilayah pesisir Pantura Jawa Barat terkait program jaring pengaman sosial dari pemerintah. Grafik jumlah penerima komoditas pokok bersubsidi dalam program penyaluran bantuan pangan di Indramayu, khususnya di Desa Legok, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, tercatat mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada tahun anggaran 2026 ini.
Pemerintah desa setempat melaporkan penyerahan alokasi jatah komoditas logistik tersebut dibagikan secara rapel guna mencakup pemenuhan kebutuhan dapur keluarga.
Langkah taktis pembagian secara sekaligus ini sengaja diambil guna menghemat waktu dan efisiensi operasional bagi para warga di lapangan. Kuwu Desa Legok, Arih Jaharih, mengonfirmasi secara rinci bahwa stimulus yang dialokasikan penuh untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat kali ini berupa komoditas beras seberat 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter untuk setiap kepala keluarga.
“Alhamdulillah di tahun 2026 ini ada kenaikan penerima bantuan pangan. Sekarang jumlahnya sekitar 740 KPM,” ujar Arih, Selasa (26/5/2026).
Berdasarkan data statistik pemutakhiran kemiskinan yang dimiliki oleh pihak desa, kuota penerima manfaat penanggulangan rawan pangan tahun ini menunjukkan grafik yang bergerak ke atas. Dibandingkan dengan periode operasional tahun sebelumnya, terdapat penambahan kuota yang cukup lumayan guna menjamin pemerataan jaminan sosial di wilayah tersebut dengan menyasar keluarga yang benar-benar membutuhkan pasokan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter tersebut.
“Kurang lebih naik sekitar 100 penerima,” katanya.
Guna mengantisipasi terjadinya kerumunan massa yang berdesak-desakan dan mengganggu aktivitas pelayanan publik lainnya di kantor desa, Arih menjelaskan bahwa seluruh aparatur desa diterjunkan penuh. Pihak pemdes memasang target waktu yang ketat agar pendistribusian paket pangan pokok ini beres tanpa sisa dalam waktu singkat.
“Untuk hari ini langsung diselesaikan semuanya,” ucapnya.
Penyaluran komoditas pokok ini dinilai momentumnya sangat pas dengan dinamika pasar domestik. Kehadiran logistik gratis dari jatah program bantuan pangan di Indramayu tersebut secara otomatis menjadi oase penyegar di tengah fluktuasi harga barang pokok yang kerap melonjak tajam di pasaran, terutama saat menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional.
“Yang jelas bantuan dari pemerintah ini sangat membantu masyarakat untuk meringankan kebutuhan sehari-hari. Apalagi menjelang Lebaran Idul Adha,” katanya.
Meski demikian, Arih membeberkan sebuah fakta ekonomi yang cukup membanggakan mengenai potret kemandirian finansial masyarakat yang dipimpinnya. Dari total keseluruhan demografi yang menembus angka di atas 5.000 jiwa penduduk, persentase ketergantungan warga terhadap subsidi gratis ini sejatinya masih berada di ambang batas aman, yakni di bawah angka 10 persen. Hal tersebut menandakan roda perekonomian mikro di wilayah pedesaan berjalan sehat.
“Mayoritas warga kami masih tercukupi. Banyak yang bekerja sebagai petani, pedagang, sampai merantau,” pungkasnya.
Editor : Tomi Indra Priyanto