Rombongan Pengantar Pengantin Jadi Korban Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, Belasan Orang Tewas
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Insiden tragis kecelakaan maut di Pantura Indramayu menyisakan duka mendalam bagi puluhan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Rombongan warga yang menggunakan mobil pikap tersebut ternyata baru saja pulang dari agenda mengantar pengantin. Namun, perjalanan pulang mereka berujung petaka setelah terlibat tabrakan beruntun dengan dua truk di Jalan Raya Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.
Kepala Desa (Kuwu) Cempeh, Carkana, memberikan konfirmasi resmi mengenai latar belakang para korban yang berada di dalam mobil nahas tersebut. Menurutnya, rombongan warga itu baru kembali dari wilayah Parean dan berniat langsung pulang menuju kampung halaman mereka.
"Rombongan itu habis mengantar pengantin dari Parean. Saat perjalanan pulang mereka putar balik di depan SPBU Kiajaran Kulon," kata Carkana saat memberikan keterangan.
Carkana menjelaskan bahwa petaka mulai terjadi saat kendaraan pikap yang membawa rombongan sedang berputar arah di jalur utama. Secara mendadak, sebuah truk besar datang dari arah belakang dan langsung menghantam keras bodi kendaraan pikap tersebut. Hantaman hebat itu membuat mobil pikap terdorong kuat melompati pembatas jalan hingga masuk ke jalur yang berlawanan arah.
"Korban datang dari arah barat, mau putar balik, lalu ditabrak dari belakang. Kendaraannya terdorong menyeberang jalur dan ditabrak lagi oleh truk dari arah timur," ujarnya.
Carkana mengaku dirinya belum mengetahui secara pasti total kapasitas penumpang yang berada di dalam mobil pikap itu. Namun, ia memastikan bahwa seluruh penumpang di dalam mobil mengalami dampak luka-luka, sementara jumlah korban meninggal dunia terus merangkak naik.
"Kalau jumlah penumpangnya saya kurang paham. Yang saya tahu informasinya satu mobil itu seluruhnya menjadi korban. Banyak yang luka-luka," katanya.
Ia juga menyebut bahwa data korban meninggal dunia yang ia terima dari lapangan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Hingga laporan terakhir, jumlah warga yang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Pantura Indramayu ini telah menyentuh angka 10 orang.
"Informasi terakhir yang kami terima, korban meninggal sudah 10 orang. Delapan meninggal di rumah sakit, kemudian ada dua lagi yang meninggal setelah dirawat," tuturnya.
Hingga saat ini, laporan terbaru di lapangan menyebutkan bahwa total korban tewas kini telah bertambah menjadi 11 orang. Namun, data yang baru dikonfirmasikan oleh pihak Kepala Desa Cempeh secara resmi adalah 10 orang.
Untuk kepastian angka akurat mengenai jumlah korban meninggal dan luka, publik masih harus menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian. Sementara itu, korban selamat yang mengalami cedera masih terus menjalani penanganan medis intensif di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Indramayu.
Editor : Tomi Indra Priyanto