Bupati Indramayu Minta Penegakan Aturan Angkutan Penumpang Diperketat Usai Tragedi Pantura
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id — Regulasi mengenai penegakan aturan angkutan penumpang Indramayu diperketat secara intensif setelah terjadinya insiden kecelakaan beruntun yang menelan banyak korban jiwa. Langkah tegas ini diminta langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim pada Senin (13/7/2026). Respons cepat tersebut merujuk pada tragedi maut di Jalan Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, yang telah menewaskan sebanyak 12 orang.
Lucky mengatakan bahwa musibah kecelakaan maut di jalur pantura tersebut harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat. Setiap pengguna jalan wajib meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama. Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak lagi menyalahgunakan operasional armada angkutan barang untuk keperluan membawa warga.
"Ini menjadi pelajaran untuk kita semua. Dalam berlalu lintas tentu harus berhati-hati dan mematuhi semua peraturan. Mengangkut orang juga harus sesuai dengan peruntukannya karena ketika terjadi kecelakaan, korbannya bisa sangat banyak," kata Lucky saat meninjau rumah duka korban.
Menurut pandangan Lucky, penggunaan jenis kendaraan bak terbuka untuk membawa rombongan warga memiliki tingkat risiko fatal yang jauh lebih besar. Karakteristik armada tersebut sangat tidak aman jika dibandingkan dengan jenis angkutan yang memang sejak awal dirancang khusus sebagai moda transportasi massal. Oleh sebab itu, kebiasaan menggunakan mobil bak terbuka di jalan raya harus segera dihentikan demi meminimalkan potensi bahaya.
Editor : Tomi Indra Priyanto