Bocah Hanyut di Sungai Cipelang Indramayu Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian
INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Bocah hanyut berinisial R (10) ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Cipelang, Desa Ujungaris, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jumat (24/7/2026) sekira pukul 07.00 WIB. Korban diduga hanyut sejak Rabu (22/7/2026) sekira pukul 11.00 WIB. Penemuan jasad korban mengakhiri proses pencarian yang berlangsung selama dua hari.
Korban diketahui merupakan warga Blok Santri RT 07/RW 03, Desa Karanggetas, Kecamatan Bangodua. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh petugas bersama warga yang berada di lokasi.
Kapolsek Widasari, AKP Suprapto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan setelah sebelumnya dilaporkan diduga hanyut di Sungai Cipelang.
"Korban berinisial R (10), warga Blok Santri RT 07/RW 03, Desa Karanggetas. Korban diduga hanyut di Sungai Cipelang pada Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 11.00 WIB dan ditemukan pada Jumat, 24 Juli 2026 sekitar pukul 07.00 WIB," ujar AKP Suprapto.
Penemuan korban sempat mengundang perhatian warga sekitar. Masyarakat berdatangan ke bantaran Sungai Cipelang untuk menyaksikan proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas bersama warga.
Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Widasari bersama pihak keluarga. Langkah tersebut dilakukan untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
AKP Suprapto mengatakan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan keluarga korban setelah jasad berhasil ditemukan.
"Setelah korban ditemukan, petugas langsung melakukan evakuasi dan penanganan sesuai prosedur. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Widasari bersama pihak keluarga," kata AKP Suprapto.
Peristiwa bocah hanyut ini menjadi perhatian masyarakat di Kecamatan Widasari dan sekitarnya. Selain proses evakuasi, petugas juga memastikan penanganan di lokasi berlangsung dengan aman.
Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama pada anak-anak yang bermain di sekitar aliran sungai tanpa pengawasan orang dewasa.
Editor : Tomi Indra Priyanto