Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : DLH Indramayu Akui soal Keterbatasan Armada Pengangkut Sampah
Advertisement . Scroll to see content

Bangunan SD Negeri 2 Tugu Tak Tersentuh Revitalisasi Sejak 1976, Ruang Guru Akhirnya Roboh

Senin, 27 Juli 2026 | 11:08 WIB
  • author Wahyu Topami
Bangunan SD Negeri 2 Tugu Tak Tersentuh Revitalisasi Sejak 1976, Ruang Guru Akhirnya Roboh
Bangunan SD Negeri 2 Tugu yang ruang gurunya roboh di Kecamatan Sliyeg, Senin (27/7/2026). (Foto: Wahyu Topami)

INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Bangunan SD Negeri 2 Tugu di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, yang berdiri sejak 1976 belum pernah tersentuh revitalisasi menyeluruh. Kondisi itu berujung pada robohnya ruang guru beberapa waktu lalu, sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Guru SD Negeri 2 Tugu, Dadang Priatna, mengatakan bangunan ruang guru sebenarnya sudah lama mengalami kerusakan. Bahkan, pihak sekolah sempat memasang bambu sebagai penyangga agar bangunan tidak ambruk.

"Bangunan sudah lama. Pada intinya kami sudah mempertahankan, khususnya di ruang guru itu, sampai kita pasang bambu kurang lebih enam bulanan. Sebelum masa liburan kami juga punya firasat akhirnya pindah ke ruangan perpustakaan. Ternyata benar-benar kejadian," kata Dadang, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa robohnya ruang guru terjadi saat tidak ada aktivitas belajar mengajar. Sekolah menerima informasi bangunan ambruk sekitar pukul 16.30 WIB, pada Kamis (23/7/2026) lalu sehingga tidak menimbulkan korban.

"Alhamdulillah kejadian tersebut di luar jam kegiatan belajar mengajar. Jadi kami mendapat informasi sekitar jam 4.30 sore kondisi ruang guru sudah ambruk," ujarnya.

Dadang mengungkapkan bangunan sekolah tersebut telah berdiri sejak 1976. Selama hampir lima dekade, bangunan utama belum pernah mendapatkan revitalisasi total.

"Tahun 1976. Belum pernah direnovasi. Yang pernah direnovasi hanya perpustakaan pada tahun 2020," ungkapnya.

Menurut dia, kondisi bangunan yang sudah tua membuat hampir seluruh ruang kelas dan fasilitas sekolah memiliki potensi kerusakan.

"Menurut saya pribadi hampir semua bangunan di sini rawan. Karena renovasi yang ada tidak menyeluruh. Temboknya masih bangunan awal. Gedung sebelah juga dulu sempat ambruk, hanya diganti atap baja ringan saja," katanya.

Akibat robohnya ruang guru, pihak sekolah terpaksa mengatur ulang proses pembelajaran. Beberapa kelas digabung agar kegiatan belajar tetap berjalan.

"Jelas terganggu. Makanya kelas 2 digabung dengan kelas 3, kelas 4 digabung dengan kelas 5, sedangkan kelas 6 menggunakan bangunan sementara milik RA (TK) yang masih berada di lingkungan sekolah," jelasnya.

Dadang berharap pemerintah segera merealisasikan revitalisasi sekolah mengingat kondisi bangunan dinilai sudah mendesak.

"Alhamdulillah kemarin kami mendapat kunjungan Pak Bupati Lucky Hakim beserta jajaran. Kami juga sudah mengajukan program revitalisasi ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini. Dalam kondisi yang urgen seperti ini harusnya didahulukan secepatnya karena sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar," pungkasnya.

Editor: Tomi Indra Priyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut