Budiman Sudjatmiko: Indramayu Termiskin di Jabar tapi Kaya Sumber Daya Alam

Selamet Hidayat
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko, saat berkunjung ke Indramayu. (Foto: iNewsIndramayu.id/Selamet Hidayat)

“Keberadaan perusahaan, baik itu swasta maupun BUMN, harus berdampak sosial bagi masyarakat sekitar. Itu arahan dari Bapak Presiden. Ekonomi lokal harus tumbuh seiring dengan aktivitas industri,” katanya.

Menurut Budiman, kondisi kemiskinan di Indramayu mencerminkan ketimpangan nyata. Ia menyebut fenomena ini sebagai Paradoks Indramayu, merujuk pada istilah Paradoks Indonesia yang pernah ditulis Prabowo dalam bukunya.

“Pak Prabowo pernah menulis tentang Indonesia yang kaya namun masyarakatnya banyak yang miskin. Saya kira, di sini kita temukan Paradoks Indramayu. Indramayu sebagai penyumbang pangan utama, tapi masyarakatnya masih banyak yang hidup miskin,” jelas Budiman.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah pusat melalui Taskin akan menjadikan Indramayu sebagai bagian dari aglomerasi penanganan kemiskinan lintas wilayah bersama sejumlah kabupaten/kota lain di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Kita ingin Indramayu masuk dalam jaringan aglomerasi yang sudah dibangun bersama Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Brebes di Jawa Tengah,” ujarnya.

Editor : Tomi Indra Priyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network