Menurutnya, cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga kabut dapat menurunkan jarak pandang, menyebabkan genangan air, dan membuat permukaan jalan licin, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“BMKG hadir untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Nataru, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada jalur darat, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di sejumlah destinasi wisata yang rawan terdampak cuaca ekstrem, terutama di puncak musim hujan.
“Perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem di daerah wisata alam dan pegunungan yang rawan longsor, serta wisata laut yang berpotensi mengalami gelombang tinggi dan banjir rob,” kata Syifa’ul Fuad. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
