Ia juga memperingatkan bahwa ketersediaan lahan terbuka yang selama ini menyerap air akan segera hilang seiring pesatnya pembangunan.
"Indramayu selama ini mungkin masih aman-aman saja yang di belakang karena masih ada empang, masih ada sawah. Tapi sebentar lagi perumahan ini berkembang di mana-mana, tidak ada kita satu apa yang tersentral pembuang pembuangan air ini tidak ada," tambahnya.
Sampah dan Sinergi Masyarakat
Selain menyoroti pihak swasta, Teguh juga menyinggung soal perilaku masyarakat terkait pengelolaan limbah domestik. Produksi sampah harian di Indramayu yang sangat tinggi menjadi salah satu faktor utama tersumbatnya saluran drainase.
Teguh menekankan bahwa penyelesaian masalah banjir di Indramayu memerlukan kesadaran kolektif, tidak bisa hanya dibebankan kepada pundak pemerintah daerah semata.
"Sampah-sampah sangat luar biasa sekali kalau kita lihat produksi sampahnya sehari di Indramayu berapa gitu. Tidak usah hanya mengandalkan daripada Pemerintah Daerah, tapi memang harus kesadaran daripada masyarakat sendiri," jelas Teguh.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
