Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa F-PRB tidak boleh hanya bersifat seremonial. Pemerintah dan para mitra akan terus melakukan pendampingan agar forum tersebut aktif dan berkelanjutan, termasuk melalui dukungan alokasi anggaran desa.
Ke depan, F-PRB Desa Majakerta diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa lain dengan menularkan pengetahuan kebencanaan melalui konsep sister village.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, Sutrisno, menegaskan bahwa kantor BPBD kini berfungsi sebagai “Rumah Relawan”, yakni tempat berkumpul dan berkoordinasi bagi seluruh forum relawan guna mempercepat akses informasi serta penanganan bencana di lapangan.
“Ke depannya, Desa Majakerta diharapkan mampu menjadi sister village yang menularkan pengetahuan dan pengalaman mitigasinya ke desa-desa lain di wilayah Indramayu,” ujarnya. (*)
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
