INDRAMAYU, iNewsIndramayu.id – Di tengah tantangan pemotongan anggaran infrastruktur, Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, muncul sebagai fase inspirasi. Alih-alih mengeluh karena anggaran Dana Desa (ADD) dipangkas hingga 70 persen oleh pemerintah pusat, warga setempat justru memilih jalur kemandirian dengan memperbaiki Jalan Usaha Tani (JUT) melalui skema patungan.
Aksi heroik ini bukan sekadar sumbangan materi. Warga dan pemerintah desa membangun sinergi mulai dari tahap perencanaan, pendanaan, hingga pengerjaan fisik yang dilakukan secara sukarela tanpa mengandalkan upah.
Terobosan di Tengah Keterbatasan Anggaran
Camat Terisi, Boy Billy Prima, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan mendesak para petani. Dengan anggaran yang sangat terbatas, mustahil bagi pemerintah desa untuk membiayai proyek infrastruktur secara penuh tanpa dukungan partisipasi warga.
"Anggaran Dana Desa dipangkas 70 persen oleh pemerintah pusat. Anggaran yang terbatas tersebut tidak memungkinkan apabila digunakan untuk memperbaiki Jalan Usaha Tani secara total," ujar Boy Billy Prima, Jumat, 30 Januari 2026.
Karena alasan itulah, Kepala Desa Jatimulya bersama warga mengambil inisiatif untuk menggalang dana secara swadaya. Skema yang disepakati adalah pembiayaan 50 persen dari sisa Dana Desa dan 50 persen sisanya murni dari kolektif warga. Menariknya, seluruh proses pengerjaan dilakukan tanpa membebani anggaran untuk upah tenaga kerja atau Harian Orang Kerja (HOK).
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
