"Kades dan warga yang memiliki sawah berinisiatif untuk patungan hingga memperbaiki JUT. Dari ADD 50 persen dan sisanya kolektif antar warga," tambah Boy Billy Prima.
Ia menegaskan bahwa dalam aksi ini, masyarakat secara sukarela bergotong-royong tanpa dibayar.
Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Warga
Pola penggalangan dana di tingkat desa seringkali sensitif, namun Desa Jatimulya berhasil melaluinya dengan mengedepankan asas keterbukaan. Perbaikan JUT ini tidak langsung dieksekusi, melainkan melalui proses musyawarah mufakat yang panjang untuk menjamin keadilan bagi seluruh pihak.
Boy Billy Prima menekankan bahwa kepercayaan warga adalah modal utama dalam gerakan ini. Tanpa adanya transparansi dari pemerintah desa, sulit bagi warga untuk mau menyumbangkan dana dan tenaga secara cuma-cuma demi kepentingan umum.
"Hal itu bukan asal dilakukan, tapi juga dirembukkan terlebih dahulu. Agar ada transparansi dan juga saling kepercayaan antar warga dan pemerintah desa," tegas Camat.
Editor : Tomi Indra Priyanto
Artikel Terkait
